Home Opini Belajar Lebih Utama Dari Pada Aksi 212

Belajar Lebih Utama Dari Pada Aksi 212

1
SHARE
Ketua Forum LSM DIY Beny Susanto - Foto: Istimewa

Oleh: Beny Susanto*

PONPES Sunan Kalijaga Gesikan Bantul mengajak kaum muslim DIY, terutama kalangan pemuda dan mahasiswa agar lebih mengedepankan belajar, kuliah (tholabul ilmi) dari pada mengikuti aksi di Jakarta. Meskipun aksi sebagai hak yang legal, dijamin UU tetapi dalam hemat kami belajar, bekerja nilai keutamaan, kemaslahatan dan kemanfaatannya lebih tinggi dari pada aksi 212.

Dalam konteks Pilkada DKI, proses politik dan hukum terkait dugaan penistaan agama, penanganannya terus berjalan dan mendapatkan pengawasan banyak pihak. Oleh karena itu, dukungan dari mahasiswa, pemuda dari luar daerah termasuk DIY tidak diperlukan. Apalagi tampaknya proses Pilkada DKI akan memasuki dua putaran, hindari aksi-reaksi yang memicu kegaduhan dan antipati publik.

Proses politik Pilkada, terutama melalui kampanye sesungguhnya pertarungan ide, konsep dan gagasan untuk melaksanakan pembangunan Jakarta ke depan. Bukan pertarungan fitnah, ujaran kebencian dan makian yang berpotensi merusak kebersamaan dan persatuan bangsa. Di saat rekapitulasi hasil pemungutan suara yang masih akan terus berlangsung sampai penetapan hasil, seyogya hindari aksi maupun agenda politik yang berpotensi destruktif.

Semoga Pilkada DKI dan 100 daerah di Indonesia 2017 tidak sekedar menjadi ritual demokrasi elektoral memilih kepala daerah. Tetapi lebih dari pada itu untuk menyemai nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, kewargaan dan keindonesiaan. Dengan demikian, aksi 212 tidak perlu diikuti.

*Penulis adalah Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here