Home Ekonomi Beroperasi 2018, Teknologi VCM Diterapkan di Ruas Tol Pemalang-Batang

Beroperasi 2018, Teknologi VCM Diterapkan di Ruas Tol Pemalang-Batang

0
SHARE
Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono | Foto: Antara/Anwar

JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen atas pembangunan infrastruktur. Ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 kilometer di ruas Tol Trans Jawa menjadi salah satu prioritas dengan target operasi 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, butuh teknik khusus dalam struktur sebagian tanah di ruas tol ini. Pasalnya terdapat tanah lunak yang tebal (soft soil) dengan kandungan air tanah yang tinggi.

Teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) seperti pengerjaan tol Palembang-Indralaya di Sumatera kemudian dipilih untuk pengerjaan ruas tol Pemalang-Batang. Sedangkan ruas lainnya menggunakan teknik Preloading.

“Teknologi vacuum yang serupa dengan yang dilakukan di Tol Palembang-Indralaya, karena terbukti lebih cepat pengerjaannya. Juga tidak perlu material tanah sebagai beban sementara seperti teknik Pre Loading, sehingga meminimalisir penggunaan alat berat,” kata Basuki, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (6/11).

Basuki menjelaskan, VCM mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak dengan melakukan pemompaan vakum pada tanah. Tujuannya untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat mempercepat stabilisasi tanah sehingga mengurangi risiko amblas.

Kelebihan lain VCM, yakni gangguan rendah terhadap pekerjaan lainnya, bahkan dapat melakukan overlap dengan pekerjaan lain sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat.

Teknologi ini juga ramah lingkungan, karena perbaikan tanah lunak bersifat mekanis, tanpa penggunaan bahan-bahan kimia. Konsolidasi/penurunan tanah juga bersifat isotropik sehingga risiko ketidakstabilan lereng dapat dieliminir.

Untuk pelaksanaan VCM di Tol Pemalang-Batang, telah disiapkan mesin pompa sebanyak 230 buah. Basuki meminta agar proses vacuum tersebut dapat segera dimulai pada 15 November 2017 sehingga bisa dilakukan bersamaan dengan penimbunan badan jalan untuk mempercepat penyelesaian pembangunannya.

“Ruas ini titik kritis untuk menghubungkan Tol Trans Jawa hingga Surabaya. Saat ini progresnya mencapai 50 persen,” ujarnya.

Tol Pemalang-Batang dikerjakan oleh konsorsium PT Waskita Karya Tbk dan PT Sumber Mitra Jaya. Ditargetkan Tol Pemalang-Batang dengan nilai investasi sekitar Rp6 triliun selesai dan beroperasi akhir 2018. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here