Home Megapolitan Bertemu Sandiaga, Kwik Kian Gie Bahas Pendampingan UMKM

Bertemu Sandiaga, Kwik Kian Gie Bahas Pendampingan UMKM

0
SHARE
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri RI, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas, Kwik Kian Gie menemui Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/11/17) | Foto: istimewa

JAKARTA – Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri RI, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas, Kwik Kian Gie menemui Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/11/17).

Sandi mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya menerima masukan terakit pentingnya meningkatkan perekonomian serta adanya perencanaan dalam pembangunan di Jakarta.

“Menurut beliau, perencanaan itu sangat penting. Terutama, terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Sandi.

Ia menambahkan, Kwik Kian Gie juga banyak memberikan masukan sebagai respons terhadap situasi ekonomi teraktual serta adanya kesenjangan ekonomi.

“Sebetulnya, ini implementasi dari program OK OCE untuk memberikan pendampingan, memastikan ada akses terhadap pendanaan, modal kepada UMKM, dan kewirausahaan,” ujarnya.

Sementara, Kwik Kian Gie menuturkan, master plan untuk mengatasi kompleksitas permasalahan Jakarta sangat penting dan fundamental.

“Perlu waktu untuk mengatasi persoalan saat ini. Untuk itu, diperlukan master plan jangka panjang yang tidak boleh diubah,” tutur Kwik Kian Gie.

Menurut Kwik Kian Gie, master plan DKI idealnya bersifat jangka panjang walaupun terjadi pergantian gubernur. Sebab pembangunan di DKI secara keseluruhan tak mungkin bisa selesai dalam masa kepimimpinan gubernur satu periode.

“Dalam lima tahun juga tidak mungkin karena gubernurnya berganti-ganti. Itu suatu hal mendasar yang tertuang di dalam master plan yang harus langgeng. Tidak boleh diubah-ubah. Sebab kalau diubah, apalagi ada tekanan dari media sosial, tekanan publik, (kemudian) berubah lagi,” papar Kwik Kian Gie.

Kwik Kian Gie juga menyarankan Bank DKI yang sahamnya dimiliki Pemprov DKI dapat membantu memberikan bantuan kredit dan pendampingan UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi) di Jakarta.

“Anggaran pembangunan memang terbatas, pada pemerintah pusat pun demikian karena birokrasi kita sudah terlanjur terlampau besar dan pemerintah pusat tidak ada pikiran sama sekali untuk melakukan revolusi birokrasi,” ujar Kwik Kian Gie.

“Jadi apa boleh buat, gunakanlah Bank DKI untuk memberikan kredit ditambah pendampingan pada UKMK,” tambahnya. (TK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here