Home Nasional Besok Setya Novanto Diperiksa KPK

Besok Setya Novanto Diperiksa KPK

0
SHARE
Ketua DPR RI Setya Novanto | Foto: istimewa

JAKARTA – Ketua DPR Setya Novanto akan kembali dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik KPK pada Senin (13/11/2017). Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Ketum Partai Golkar itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugana korupsi pengadaan e-KTP, Anang Sugiana Sudihardjo, Dirut PT Quadra Solution.

“Ya benar (memanggil kembali Setya Novanto). Surat pemanggilan sufah kami sampaikan untuk jadwal pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka ASS,” kata Febri melalui pesan singkat, Minggu (12/11/2017).

Ini merupakan panggilan ketiga terhadap Novanto. Sebelumnya, Novanto sudah dua kali dipanggil, namun mangkir.

Dikatakan Febri, pihaknya kembali mengagendakan pemeriksaan lantaran keterangan Novanto masih dibutuhkan dalam proses penyidikan tersangka Anang. Febri pun enggan berandai-andai mengenai sikap lembaga antikorupsi jika Novanto kembali mangkir.

“Setelah penahanan ASS, penyidik masih perlu lakukan pemeriksaan intensif untuk tersangka ASS,” tutur Febri.

Sementara itu, Penasihat Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengakui jika kliennya sudah menerima surat panggilan sebagai saksi untuk tersangka Anang. Anehnya, Fredrich menyarankan Novanto untuk tidak hadir dalam pemeriksaan.

“Saya belum tahu beliau hadir apa nggak, tapi kami memberikan saran tidak mungkin bisa hadir karena tidak mempunyai wewenang KPK,” ucap Fredrich saat dikonfirmasi terpisah.

Fredrich mengklaim, surat pemanggilan yang diperoleh Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS bukan yang ketiga. Dia berdalih pemanggilan baru bisa dikatakan kedua atau ketiga kalau dalam hal ini tidak datang dengan tanpa alasan.

Fredrich mengingatkan, undangan pertama dan kedua sudah disampaikan dengan secara formil. Novanto tidak memenuhi panggilan pertama karena diundang DPD bersama Presiden Jokowi di Cirebon, Jawa Barat.

Panggilan kedua tidak hadir karena sesuai undang-undang MK wajib mendapat izin presiden. Izin Presiden tersebut diatur sesuai undang-undang dasar negara.

Undang-undang Dasar 45 pasal 20A kan anggota dewan memiliki hak untuk bicara, untuk bertanya, untuk mengawasi dan punya imunitas.

“Kalau datang dengan alasan itu bukan panggilan kedua karena sudah kasih tahu bahwa ada alasan tidak hadir. Jadi kalau sekarang KPK sekarang mau mencoba melawan Undang-undang dasar, patut kita curigai mereka itu siapa. Berati kan dia ingin inkonstitusional, ingin supaya indonesia menjadi negara hukum lagi. Ti‎dak ada orang pun di indonesia termasuk presiden pun bisa melawan UUD 45,” cetus Fredrich.‎

Setya Novanto sendiri belum dapat memutuskan apakah dirinya akan hadir atau tidak dalam panggilan tersebut. Menurut Novanto, dirinya hanya mengaku masih melakukan penelaahan terkait penetapan tersangka.

“Kita lihat nanti. Kita sedang kaji semua yang berkaitan dengan masalah-masalah hukum,” ucap Setya Novanto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here