Home Hukum BNN Ungkap Kasus Laboratorium Narkotika di Sumut

BNN Ungkap Kasus Laboratorium Narkotika di Sumut

0
SHARE
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso | Foto: Antara

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus peredaran narkotika oleh empat jaringan di lokasi berbeda. Salah satunya pengungkapan laboratorium narkotika atau clan lab di Sumatera Utara pada 8 September 2017.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan, lokasi tersebut dijadikan pabrik ekstasi oleh tersangka MAN (44). Dari lokasi, petugas menyita tablet mengandung metamfetamina sebanyak 109 butir, tiga bungkus plastik berisi serbuk mengandung metamfetamina seberat 82,6 gram.

“Petugas melakukan pengembangan dan memeriksa rumah tersangka MR yang saat ini masih DPO. Di rumah ini petugas menemukan sejumlah cairan kimia bukan prekursor, ditemukan juga sepucuk air softgun,” kata Budi Waseso yang akrab disapa Buwas di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/10).

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas menangkap pelaku lainnya berinisial MUL (48), berperan sebagai pengantar prekursor (bahan baku pembuat narkoba). Dari tangan MUL, petugas mengamankan sabu seberat 6,47 gram. Setelah diinterogasi, MAN dan MUL mengatakan pengendali jaringan ini yakni R (34), napi LP Kelas II A Binjai, Sumatera Utara. R kemudian diamankan.

Kasus kedua, peredaran 1.005 butir ekstasi di Bandung, Jawa Barat. Dalam kasus ini, petugas BNN menangkap lima orang tersangka, terdiri atas dua kurir, dua pembeli, dan seorang perantara. Tersangka yang merupakan kurir berinisial JLP (29) dan ASH (32), sedangkan dua lainnya LS (33) dan DN (31) merupakan pembeli.

Satu tersangka lainnya TKM (39), merupakan penghuni Lapas Narkotika Cipinang yang bertugas sebagai perantara. Dari sindikat ini, petugas menyita 1.005 butir ekstasi, 5,97 gram tembakau mengandung narkotika, buku pencatatan peredaran ekstasi, dua unit mobil, sembilan unit ponsel, 11 kartu ATM, uang tunai Rp9.801.000, dan sebuah key BCA.

Kasus ketiga, BNN mengungkap peredaran sabu 11,6 kilogram dari Tawau Malaysia. Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi ada penyelundupan sabu seberat 11,6 kilogram. Pengungkapan kasus ini bermula pada 23 September 2017 saat tim gabungan BNN Pusat, BNNP Kaltara, dan BNNK Tarakan melakukan penangkapan terhadap kurir sabu berinisial A (29). Dari A ditemukan sabu sebanyak 10,2 kg.

Kemudian, tim melakukan pengembangan kasus. Tim gabungan menangkap pengendali kurir berinisial AH (37), kurir berinisial H (41), dan R (36). Dari tangan R disita sabu seberat 1,4 kg. Hasil penyidikan petugas, pemodal jaringan ini yakni AB (29). “Dari kasus ini terdapat juga AB yang merupakan napi di Lapas Klas II A Tarakan,” ujarnya.

Kasus keempat, pengungkapan ekstasi dan sabu di Pekanbaru. Tim BNN RI, BNNP Riau, dibantu Polda Riau menangkap kurir berinisial Z dan seorang pengendali narkoba berinisial J. Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Timur Sumatera, Pekanbaru, Riau. Dari jaringan ini disita 25,56 kg sabu dan ekstasi sebanyak 25.000 butir.

Saat melakukan penangkapan, J terpaksa ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan. Berdasarkan pengungkapan empat kasus ini, BNN dapat menyelamatkan 212.000 anak bangsa. Adapun ancaman hukumannya, para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. (ENA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here