Home Ekonomi Bulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Meski Beras Impor Masuk Indonesia

Bulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Meski Beras Impor Masuk Indonesia

0
SHARE
Ilustrasi stok beras Bulog. Foto: Istimewa.

JAKARTA – Perum Bulog memastikan tetap menyerap hasil panen petani meski beras impor akan masuk ke gudang Bulog. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati mengatakan, penyerapan hasil panen sesuai ketentuan instruksi Presiden sebanyak-banyaknya.

“Jadi tidak perlu khawatir, Bulog punya 1.400 lebih unit gudang yang tersebar di 26 Divisi Regional dengan kapasitas simpan seluruhnya kurang lebih 4 juta ton,” kata Siti, Rabu (7/2).

Menurut Siti, Bulog tidak langsung mendistribusikan beras impor yang masuk. Beras impor nantinya diperuntukkan sebagai cadangan yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan oleh pemerintah guna stabilisasi harga, penanggulangan keadaan darurat, masyarakat miskin, kerawanan pangan, dan keadaaan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan perizinan impor beras sebanyak 500 ribu ton kepada Bulog. Penugasan importasi beras kepada Bulog tersebut dilakukan berdasarkan rakortas antarlembaga dan diperuntukkan untuk keperluan umum.

Siti menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor, beras untuk keperluan umum adalah beras dengan kepecahan di atas 5 persen sampai dengan 25 persen. Dalam perkembangan selanjutnya, Perum Bulog mengimpor beras dengan kepecahan 5 persen dan 15 persen.

Hingga saat ini, pemerintah telah menandatangani kontrak dengan enam perusahaan dari Vietnam, Thailand, dan India, dengan total kuota impor sebanyak 281 ribu ton. Dengan rincian dari Vietnam 141 ribu ton, Thailand 120 ribu ton, dan India 20 ribu ton.

Sesuai dengan surat izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan, beras impor tersebut harus sudah tiba di Indonesia paling lambat 28 Februari 2018. Diperkirakan hingga akhir bulan Februari, sebanyak 281 ribu beras impor masuk ke Indonesia.

Pelabuhan tujuan yang menjadi destinasi impor adalah Belawan (Medan, Sumut), Teluk Bayur (Padang, Sumbar), Panjang (Bandar Lampung, Lampung), Merak (Cilegon, Banten), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya, Jatim), Tanjung Wangi (Banyuwangi, Jatim), Benoa (Denpasar, Bali) dan Tenau (Kupang, NTT). (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here