Home Hukum Dapat Label JC Kasus e-KTP, Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara

Dapat Label JC Kasus e-KTP, Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara

0
SHARE
Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut delapan tahun penjara dan ‎denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). | Foto: istimewa

JAKARTA – Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut delapan tahun penjara dan ‎denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, ‎Andi juga dituntut pidana tambahan yakni membayar uang pengganti sebesar US$ 2.150.000 dan Rp1,1 miliar.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan,” ucap jaksa KPK, Mufti Nur Irawan saat membacakan surat tuntutan Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dari jumlah uang pengganti itu, Andi diketahui telah mengembalikan uang sebesar US$350 ribu ke lembaga antikorupsi. “Pengembalian uang tersebut harus dihitung untuk mengurangi kewajiban pembayaran uang pengganti,” kata jaksa.

Tuntutan itu dijatuhkan lantaran Andi dinilai terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP. Perbuatan Andi itu diyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Kami menuntut agar majelis hakim memutuskan, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar jaksa Mufti.

Jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dalam memberikan tuntutan tersebut. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Andi tidak mendukung pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Perbuatan Andi berakibat masif, yang menyangkut kedaulatan data kependudukan nasional.

Selain itu, jaksa menilai dampak negatif perbuatan Andi masih dirasakan sampai saat ini, selain itu perbuatan Narogong dinilai telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun.

Sedangkan hal yang meringankan, Andi berterus terang, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatanya. Andi juga disematkan label j‎ustice collaborator (JC).

‎Andi dinilai memenuhi persyaratan sebagai JC karena bersikap kooperatif dengan mengungkap pihak-pihak yang berperan penting dalam proyek e-KTP di muka persidangan.

“Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan pimpinan KPK pada 5 Desember 2017,” pungkas jaksa. ‎(AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here