Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 23 Mei 2018

 

 

49 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Nepal

TK / Internasional / Selasa, 13 Maret 2018, 11:13 WIB

Sebanyak 49 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat milik maskapai US-Bangla Airlines dari Bangladesh di Bandara Tribuvhan, Kathmandu, Nepal, Senin (12/3/2018). | Foto: istimewa

NEPAL - Sebanyak 49 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat milik maskapai US-Bangla Airlines dari Bangladesh di Bandara Tribuvhan, Kathmandu, Nepal, Senin (12/3/2018).

"Sedikitnya 40 orang tewas seketika di lokasi dan sembilan orang lainnya meninggal di dua rumah sakit di Kathmandu," kata juru bicara Kepolisian Nepal, Manoj Neupane, kepada AFP, Selasa (13/3/2018).

Neupane menambahkan, sekitar 22 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Beberapa korban luka di antaranya dalam kondisi kritis. 

Otoritas setempat menyatakan ada 71 orang, yang terdiri atas 67 penumpang dan empat awak, dalam pesawat milik maskapai Bangladesh, US Bangla-Airlines, ini. Insiden terjadi saat pesawat yang terbang dari Dhaka ini hendak mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu.

Pesawat berjenis Bombardier Dash 8 400 turboprop yang berusia 17 tahun ini menghantam bagian timur landasan dan tergelincir hingga masuk ke sebuah lapangan sepakbola dekat bandara. Saksi mata menyebut pesawat ini jatuh saat melakukan percobaan mendarat kedua.

Usai menghantam daratan, pesawat ini terbakar hebat hingga hangus. Petugas penyelamat terpaksa memotong beberapa bagian badan pesawat untuk mengevakuasi para penumpang. Beberapa korban ditemukan terkubur di bawah reruntuhan pesawat yang tersebar di lokasi jatuhnya pesawat.

Salah satu korban selamat, Sana Shakya, mampu keluar dari jendela pesawat yang terbakar. Menurut keterangannya, dia tidak menyadari kalau pesawat berada dalam masalah selama perjalanan, hingga akhirnya pesawat jatuh di permukaan tanah.

"Pesawat itu naik turun, miring ke kanan dan kiri, naik turun lagi. Saya pikir itu hanya lalu lintas udara biasa. Saya tau pesawat dalam masalah ketika mendarat keras," ujarnya.

Penyebab kecelakaan belum diketahui, namun pihak bandara menyatakan pesawat tidak terkendali ketika mendarat. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya