Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Lion Air

TK / Nasional / Sabtu, 10 November 2018, 19:35 WIB

Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di Posko Evakuasi Lion Air di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).  | Foto: istimewa

JAKARTA - Tim Basarnas memutuskan untuk menghentikan pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP-JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada 29 Oktober lalu.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan keputusan penghentian pencarian korban, hal itu berdasarakan hasil evaluasi dan analisa tim SAR yang baru saja dilakukan secara internal.

"Berdasarkan evaluasi kita, peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan-masukan dari berbagai pihak. Kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari, setelah itu sore, malam, nihil," kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di Posko Evakuasi Lion Air di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018). 

"Hari ini kita cek ke lapangan, sampai saat ini juga nihil. Jadi, berdasarkan pantauan tersebut, kami dari Tim SAR Basarnas Pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini, secara terpusat, disudahi atau ditutup hari ini," sambungnya.

Meski sudah dihentikan, Tim SAR Jakarta dan SAR Bandung tetap akan memberikan pelayanan pencarian apabila ada informasi temuan korban lain dari warga sekitar.

"Tim SAR atau Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR, kalau masih ada informasi, baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada korban di daerah tersebut. Mereka siaga 24 jam," ujar Kabasarnas.

Syaugi juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk tim SAR gabungan yang mencari dan mengevakuasi para korban selama ini.

"Kami juga mohon maaf pada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga korban apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini belum menyenangkan semua pihak, namun Kita sudah melaksanakan sekuat tenaga dengan kunci tiga yang selalu saya sampaikan bahwa pemerintah hadir, serious, dan bekerja pakai hati," tutupnya.

Dalam operasi gabungan, total ada 196 kantong jenazah yang dibawa dari area pencarian korban, termasuk puing/benda terkait pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya