Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 15 Desember 2018

 

 

Bawaslu: Iklan Kampanye Parpol Baru Boleh Mulai 24 Maret 2019

TK / Politik / Senin, 26 Februari 2018, 21:45 WIB

Ketua Bawaslu Abhan | Foto: istimewa

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengingatkan peserta pemilu boleh berkampanye di media massa pada 21 hari sebelum masa tenang, yakni 24 Maret-13 April 2019.

Masa kampanye Pemilu berlangsung mulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Sedangkan masa tenang pemilu 2019 akan berlangsung pada tanggal 14-16 April 2019 dan pemungutan suara tanggal 17 April 2019.

"Iklan media massa baik cetak, elektronik dan internet hanya 21 hari sebelum masa tenang," kata Ketua Bawaslu Abhan di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Menurut Abhan, parpol bisa melakukan pertemuan terbatas hingga pemasangan alat peraga saat dimulainya masa kampanye. Namun soal pemasangan iklan di media massa harus mengikuti aturan yang telah dirumuskan.

"Kegiatan kampanye yang dilakukan pada tanggal 23 September hanya pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran alat kampanye dan pemasangan alat kampanye," jelas Abhan. 

Ia mengatakan partai politik yang melakukan kampanye di luar jadwal dapat dikenakan sanksi. Sanksi ini berupa denda hingga pidana. 

"Setiap pelaksana, peserta, dan tim pemilu yang dengan sengaja melakukan pelarangan kampanye pemilu, di luar jadwal ancaman pidana satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta," ujarnya.

Larangan lainnya diatur dalam pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Ancamannya paling lama dua tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 24.000.000.

"Dilarang mempersoalkan dasar negara Pancasila, menghina SARA, menghasut dan mengadu domba, menganggu ketertiban umum, money politic dan lainnya," kata Abhan. *

 

Komentar

 

Berita Lainnya



Sabtu, 10 November 2018, 12:27 WIB

Kenang Bung Tomo, SBY Minta Caleg Demokrat Jaga NKRI



Jumat, 09 November 2018, 18:14 WIB

Soal Politikus Genderuwo, Sandiaga: Emang Ada?