Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 22 Maret 2019

 

 

BKSAP DPR Hadiri OECD GPN 2019

EP / Parlemen / Jumat, 22 Februari 2019, 09:50 WIB

Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menghadiri Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Global Parliamentary Network (GPN) 2019 di Kantor Sekretariat Jenderal OECD, Paris, Perancis. | foto: istimewa

JAKARTA - Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menghadiri Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Global Parliamentary Network (GPN) 2019 di Kantor Sekretariat Jenderal OECD, Paris, Perancis, baru-baru ini.

Pertemuan ini membahas mengenai berbagai tantangan ekonomi, perdagangan, dan pembangunan yang dihadapi negara-negara dunia, utamanya dalam menghadapi era digital.

Ketua Delegasi BKSAP DPR RI Juliari P. Batubara mengungkapkan, sebagai salah satu pemegang kunci kebijakan, Parlemen diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan yang dibuat, mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan manusia.

Tidak lupa, ia juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang mengupayakan pendekatan smart city sebagai salah satu konsep penyediaan tempat tinggal di masa depan bagi masyarakat.

“Saat ini, Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, mencoba menggunakan pendekatan apartment-based transportation yang mengintegrasikan tempat tinggal dengan moda transportasi umum sehingga dapat mengurangi angka kemacetan dan mempermudah akses penggunanya ke tempat vital di ibu kota dengan jarak yang lebih dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota BKSAP DPR RI Budisatrio Djiwandono dalam intervensinya menyampaikan bahwa Anggota Parlemen memiliki kesempatan untuk memprakarsai perubahan global. 

Ia mengungkapkan, DPR RI menyadari betul betapa penting arti Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan bagi suatu negara, sehingga telah memasuki tahap selanjutnya dalam upaya peningkatan SDGs.

“Sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah, BKSAP DPR RI telah membentuk Panja untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran di kalangan anggota parlemen tentang masalah-masalah SDGs, memantau proses pembangunan berkelanjutan, memberikan rekomendasi dan juga penganggaran dan dukungan legislatif dalam mencapai tujuan; dan untuk menjalin kemitraan dengan mitra domestik dan internasional untuk mempercepat implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria dalam pidatonya menyampaikan bahwa tantangan perdagangan dunia saat ini sangat bervariasi, mulai dari trade war antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang juga berimbas ke negara-negara lain, ketidakpercayaan masyarakat internasional terhadap organisasi internasional dan berbagai bentuk kerjasama multilateral, hingga hilangnya pekerjaan dikarenakan automasi yang mengambil alih peran manusia.

Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 165 anggota parlemen dari 37 negara di dunia dan berlangsung selama tiga hari ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi bagi anggota parlemen untuk antara lain menghadapi tantangan keamanan digital dan menjamin energi terjangkau dan berkelanjutan bagi seluruh generasi.

Agenda yang mengusung gagasan berupa “Better Policies for Better Lives” ini juga membahas mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi negara-negara yang berada dalam area rawan bencana, termasuk Indonesia. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Jumat, 22 Maret 2019, 13:45 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Rugikan Indonesia




Jumat, 22 Maret 2019, 10:11 WIB

Ketua DPR Dukung Modernisasi Alutsista TNI