Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 19 Oktober 2018

 

 

Bonus Tidak Dipotong Pajak, Atlet Para Games Yang Tidak Dapat Medali Dapat Rp20 Juta

EP / Nasional / Minggu, 14 Oktober 2018, 09:27 WIB

Presiden Jokowi didampingi Menko PMK dan Menpora berfoto bersama para atlet Indonesia peserta Asian Para Games 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Sabtu (13/10) pagi | Foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memastikan, bonus bagi atlet dan pelatih Indonesia peraih medali pada Asian Para Games 2018 langsung ditransfer ke rekening masing-masing, dan tidak ada pemotongan pajak.

“Itu utuh tanpa ada potongan pajak karena pajak dibayar oleh pemerintah,” kata Menpora kepada wartawan usai mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan bonus bagi atlet peraih medali Asian Para Games 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10) siang.

Tentu, lanjut Menpora, masing-masing ada kelipatannya. Satu emas pertama di single Rp1,5 miliar, kalau dia dapat emas ke-2 maka ada hitung-hitungannya. “Jadi tidak otomatis Rp1,5 miliar, Rp1,5 miliar. Demikian pula bagi double maupun beregu, juga ada hitung-hitungan seperti yang kami berikan ke atlet di Asian Games, persis,” ujarnya.

Mengenai pemotongan sebesar 30 persen oleh Komite Paralimpik Nasional atau National Paralympic Committee (NPC), Menpora Imam Nahrawi berjanji akan mengecek kebenarannya. Yang pasti, Menpora menegaskan, bahwa kewajiban pemerintah sudah diberikan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih.

Soal NPC meminta kontribusi 30 persen, Menpora menilai itu internal NPC. Yang pasti dari pemerintah sudah memberikan semuanya dan hak-haknya yang harus diberikan sepenuhnya kepada mereka.

Adapun atlet yang belum mendapatkan medali pun, Menpora mengutip pernyataan Presiden Jokowi, bahwa masing-masing (mendapatkan) Rp20 juta. Pelatih dan asisten pelatih, sambung Menpora, juga sama.

Dengan keberhasilan Indonesia meraih 34 medali emas, 44 medali perak, dan 50 medali perunggu, Menpora Imam Nahrawai menilai, masih belum cukup untuk berbicara pad Paralympic Tokyo 2020.

Tapi setidaknya, menurut Menpora, punya modal 35 yang bisa berangkat ke sana.

“Dari sisi kuantitatif ini sudah melampaui Paralympics 2016 di Brazil. Tentu secara kualitatif kita akan sangat optimistis, dengan cara pelantas jangka panjang, dimulai setelah Asian Paragames ini tidak berhenti lagi sampai nanti 2020,” pungkas Menpora. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya