Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 19 Desember 2018

 

 

Buni Yani: Prabowo Harus Menang, Kalau Tidak Saya Masuk Bui

EP / Politik / Senin, 24 September 2018, 14:43 WIB

Buni Yani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (24/9/2018). | foto: istimewa

JAKARTA - Terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani menyatakan siap memenangkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Kesiapan memenangkan Prabowo diutarakan setelah dirinya masuk ke dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, sebagai anggota tim media.

"Ya tentu (siap memenangkan). Pak Prabowo harus menang, kalau enggak nanti saya masuk penjara 1,5 tahun," kata Buni di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (24/9/2018). 

Buni menjelaskan alasannya bergabung dalam timses Prabowo-Sandiaga. Ia mengklaim ini untuk memperjuangkan keadilan pada kasus yang menimpanya, yang disebutnya sebagai kriminalisasi. 

"Itu salah satu langkah saya untuk melawan Jokowi terpaksa saya harus bergabung ke Pak Prabowo. Karena saya dikriminalisasi," ujar Buni.

Buni menuturkan kasusnya kini masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA). Dia berharap MA dapat adil melihat kasusnya.

"Kasus saya ini bukan kasus, saya tidak ada unsur pidananya. Saya tidak salah apa-apa, dan bisa memberikan saya keadilan yang seadil-adilnya. Kalaupun tidak, saya akan terus tuntut sampai ujung dunia saya tuntut," ucapnya.

Untuk diketahui, Buni Yani dihukum pidana penjara 1 tahun 6 bulan karena terbukti melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hakim menyebut Buni terbukti mengunggah video berdurasi 30 detik berisi potongan pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan tambahan caption, sedangkan video asli dari pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Senin, 17 Desember 2018, 10:21 WIB

Gerindra Gelar Konferensi Nasional di Sentul Hari Ini