Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 19 Juni 2018

 

 

Cek Kereta Sleeper, Sekjen Kemenhub: Ini Merupakan Peningkatan Pelayanan Dari PT.KAI

TK / Nasional / Rabu, 13 Juni 2018, 11:22 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono saat meninjau kereta sleeper di Stasiun Pasarturi, Selasa (12/6). | Foto: istimewa

SURABAYA - Bertepatan dengan angkutan mudik lebaran 2018, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan kereta sleeper atau kereta dengan fasilitas bagi penumpang untuk tidur yang mulai beroperasi hari Selasa (12/6).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan adanya kereta sleeper ini merupakan suatu peningkatan pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI (Persero) kepada penumpangnya.

"PT.KAI sudah mempunyai standar pelayanan yang bagus dan salah satu produk yang baru diluncurkan yaitu kereta api untuk penumpang yang bisa tidur. Ini menunjukkan adanya satu peningkatan pelayanan dengan menambah atau meningkatkan apa yang sudah baik," ujar Sesjen Djoko usai meninjau kereta sleeper di Stasiun Pasarturi, Selasa (12/6).

Djoko menjelaskan kereta sleeper ini merupakan salah satu bentuk pilihan yang akan menjadi tren terbaru bagi masyarakat dalam menentukan moda transportasi.

"Tentu ini pasar untuk para penggemar kereta api untuk mencobanya dan saya tadi cek bagian reservasi tanggal 16 s/d 25 sudah full booked (penuh). Intinya ada suatu permintaan yang mungkin trennya bisa terus meningkat," kata Djoko.

Untuk dapat menaiki kereta sleeper ini, PT.KAI (Persero) membanderol dengan harga sebesar Rp. 900.000/penumpang. Terkait hal tersebut, Djoko mengungkapkan bahwa PT. KAI (Persero) sudah menghitung seluruh biaya sebelum menerapkan harga.

"Saya rasa PT.KAI sudah ada hitungannya sebelum menerapkan harga itu. Kalau dilihat sebenarnya untuk orang yang punya pertimbangan tertentu ini mungkin tidak mahal. Sebagai contoh daripada dia menginap di hotel di Jakarta, lebih baik menginap di kereta ini dan juga dapat fasilitas lainnya," ucap Djoko.

Terkait fasilitas kereta sleeper, Djoko memberikan beberapa masukan kepada manajemen agar dapat meningkatkan pelayanannya.

"Karena ini ditujukan untuk orang yang mempunyai privasi yang tinggi, beberapa hal tadi kita diskusikan dan semoga manajemen memperhatikan ini. Salah satunya adalah mungkin karena untuk orang tidur, orang tidur kan ga sadar supaya tidak jadi tontonan. Yang kedua ada hal yang sifatnya privat mungkin itu perlu juga dijaga," jelasnya.

Kedepan diharapkan pelayanan ini sapat membuat masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik lebaran atau berpergian jauh dapat mencoba transportasi kereta api yang tentunya selamat, aman dan tepat waktu.

Untuk diketahui layanan kereta sleeper ini terdapat pada KA Argo Bromo dengan rute Stasiun Gambir-Semarang Tawang-Stasiun Surabaya Pasarturi PP. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Selasa, 19 Juni 2018, 12:12 WIB

Menhub Fokus Penanganan Arus Balik di Tol Cipali