Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 22 September 2018

 

 

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Bantul

AD / Regional / Kamis, 12 Juli 2018, 20:50 WIB

Tim Densus 88, petugas Polsek Kasihan dan Polres Bantul serta TNI terlihat di lokasi penangkapan terduga teroris di Bantul/foto:istimewa

 

BANTUL-Satu lagi terduga teroris diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri di wilayah hukum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelum mengamankan Saefuloh (35) di Cebongan, Sleman, ternyata Densus 88 mengamankan Maryanto alias Teming (41) di Dusun Mrisi, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Informasi penangkapan baru beredar pada Rabu petang. Anggota Densus 88 diketahui warga sudah berada di wilayah Mrisi sejak dini hari. Petugas dengan penutup kepala dan sebagian menenteng senjata laras panjang memantau sekitar pintu masuk di Mrisi.

Warga sekitar tidak ada yang berani bertanya. Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas menangkap Maryanto di rumahnya. Dia diduga ikut terlibat dalam jaringan terorisme. Warga dilarang mendekat karena pengamanan sangat ketat. Selain sekitar 15 anggota Densus 88, petugas dari Polsek Kasihan dan Polres Bantul maupun dari TNI juga terlihat di lokasi.

“Sempat ada polisi ke rumah mencari saya, tetapi saya sedang pergi. Saya kembali langsung ke sana tetapi sudah ditutup,” kata Ketua RT 8 Endiyo.

Saat dia datang, sejumlah petugas meminta kartu pengenalnya untuk difoto, termasuk memfoto wajahnya yang saat itu melihat proses petugas mengamankan Maryanto. Selain Maryanto, petugas juga mengamankan dua orang istri Maryanto dan dua anaknya ke mobil. “Saya tidak tahu apakah ada barang yang dibawa atau tidak,” ujarnya.

Menurut Endiyo, sebelum ada penangkapan itu, petugas dari Polda DIY sempat datang ke rumahnya, tepatnya beberapa hari sebelum puasa. Saat itu mereka hanya meminta identitas keluarga Maryanto. Bahkan, beredar kabar jika Maryanto ikut dipantau karena diduga terlibat jaringan terorisme. “Dulu dia seperti warga biasa, tetapi setelah menikah dia menjadi tertutup dan jarang bargaul,” ujarnya.

Sementara itu Suryanti, istri Endiyo mengaku dalam sehari tadi polisi datang ke rumah empat kali. Terakhir mereka masih meminta dokumen keluarga. Hanya saja tidak ada dokumen di tingkat RT yang diserahkan. “Empat kali polisi datang ke sini, kalau mengamankan lokasi sampai sore,” katanya.

Maryanto tinggal serumah dengan kedua istri dan kedua anaknya. Rumahnya bersebelahan dengan orang tua dan adiknya. Meski begitu mereka sudah menggunakan kartu keluarga (KK) berbeda. Selama ini Maryanto berjualan bakso tusuk di sekitar Jogja Tronik Mall bersama dengan istrinya.(*)

 

Komentar

 

Berita Lainnya