Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 19 Desember 2018

 

 

Dini Hari Tadi, Gempa 5,2 SR Guncang Selatan Banten

EP / Regional / Minggu, 14 Oktober 2018, 09:54 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menginformasikan dini hari tadi Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 02:38 WIB gempa bumi mengguncang Selatan Banten. | Foto: istimewa

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menginformasikan dini hari tadi Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 02:38 WIB gempa bumi mengguncang Selatan Banten.

Gempa dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR) tersebut berpusat di koordinat 105,26? BT dan 9,0? LS, pada kedalaman 10 km.

Menurut Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gempa terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit (trench) laut dalam.

"Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,26? BT dan 9,0? LS, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 km, berjarak 292 km barat daya Lebak, Banten. Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,955?LS dan 105,369?BT, dengan magnitudo M 5,0 dan kedalaman 4,1 km," demikian rilis yang diterima dari PVMBG.

Kondisi geologi daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, yaitu pesisir selatan Banten, secara umum tersusun oleh batuan sedimen berumur Tersier, serta batuan Kuarter berupa batuan gunungapi dan batuan sedimen serta endapan alluvium.

Guncangan gempa bumi biasanya akan terasa lebih kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

Gempa bumi berpusat di lempeng samudra Indo-Australia, di luar zona subduksi atau disebut gempa bumi outer rise.

Gempa bumi terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit (trench) laut dalam.

Berdasarkan informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, sesar penyebab gempa ini mempunyai mekanisme sesar normal dengan orientasi baratlaut-tenggara.

PVMBG memastikan gempa bumi ini tidak memicu tsunami karena walaupun pusat gempa berada di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami. 

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat.

Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami, namun demikian PVMBG tetap meminta masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 18 Desember 2018, 16:11 WIB

KNKT Selidiki Penyebab Susi Air Tergelincir di Kaltara



Selasa, 18 Desember 2018, 14:04 WIB

Pemerintah Berencana Bangun MRT di Banda Aceh



Selasa, 18 Desember 2018, 11:42 WIB

Cuaca Buruk, ASDP Tutup 6 Rute Pelayaran di NTT