Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 24 Mei 2018

 

 

Direktur BEI: IHSG Anjlok Bukan Karena Aksi Teror

AD / Ekonomi / Kamis, 17 Mei 2018, 03:39 WIB

Direktur BEI Samsul Hidayat/foto:istimewa

JAKARTA- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan saham Rabu pekan ini tidak berkaitan dengan teror bom Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka anjlok 58,30 poin atau satu persen ke posisi 5.779,80. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.820,58 dan terendah 5.777,20.

Direktur BEI Samsul Hidayat mengatakan, memang perdagangan saham juga dipengaruhi kondisi keamanan di dalam negeri. Hal ini biasanya akan memengaruhi keputusan yang diambil oleh para investor.

"Ini kan persepsi. Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi, maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu memengaruhi keputusan si investor. Jadi kita berkepentingan banget, tidak hanya persoalan fundamental emiten. Tapi persoalan persepsi orang terhadap kondisi ekonomi, baik secara makro maupun persepsi terhadap keamanan negara," ujar Samsul di BEI, Jakarta, Rabu (16/5).

Samsul menjelaskan, jika dilihat dari sisi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup menjanjikan. Namun makro ekonomi ini juga bisa terpengaruh dari situasi keamanan. Hal tersebut yang membuat investor mengambil keputusan menjual sahamnya terlebih dahulu.

"Tapi saya kira, hitungannya bukan masalah hari per hari. Kalau menghitung market itu satu periode waktu. Kalau kita hitung secara year to date kita dilihat dari awal tahun sampai hari ini penurunan market baru 7 persen-8 persen. Artinya, tidak sebesar yang kita bayangkan tiap hari turun 1,2 persen. Itu kan kalau dihitung secara keseluruhan baru 8 persen," papar Samsul.

Namun Samsul berharap kondisi keamanan di dalam negeri bisa kembali pulih dan tidak ada lagi aksi-aksi teror seperti yang terjadi belakangan ini. Dengan demikian, investor bisa merasa aman untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Investor sebenarnya sudah cukup immune dengan kondisi ini. Tapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar lebih aman dan investor nyaman untuk investasi. ‎Kita harapkan kerja sama pemerintah dan pihak keamanan untuk bisa membuat ini bisa lebih aman. Karena mau enggak mau, kejadian ini buat persepsi yang tidak begitu baik terhadap posisi kemanan Indonesia, bahkan beberapa negara sudah keluarkan travel warning," pesannya.(*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Selasa, 22 Mei 2018, 09:47 WIB

DPR Minta Data Pangan Segera Sinkron



Minggu, 20 Mei 2018, 06:21 WIB

Impor Beras untuk Stabilisasi Harga