Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 14 Agustus 2018

 

 

Disarankan Tunda Kunjungan, Presiden Jokowi: Terbuka, Bantuan Asing Untuk Korban Gempa Lombok

EP / Nasional / Jumat, 10 Agustus 2018, 22:07 WIB

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai mengukuhkan anggota Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat LVRI 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/8) siang. | Foto: istimewa

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa pemerintah terbuka atas keinginan sejumlah Non Government Organization(NGO) asing untuk memberikan bantuan dalam menangani dampak yang ditimbulkan akibat gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) malam lalu, karena masyarakat di sana memang memerlukan.

Namun demikian, Presiden menegaskan, bahwa pemerintah sendiri juga masih mampu mengatasi itu. Dalam arti, lanjut Presiden, misalnya membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat guncangan gempa tersebut.

“Kita terbuka menerima bantuan-bantuan itu memang karena juga masyarakat di sana memang memerlukan. Tapi kita sendiri juga masih mampu mengatasi itu,” kata Presiden Jokowi usai mengukuhkan anggota Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Masa Bakti 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/8) siang.

Presiden menjelaskan, sebenarnya ingin segera mengunjungi korban gempa di Pulau Lombok itu. Namun, Kepala Negara mengaku disarankan ke sana mungkin hari Minggu, Senin, atau Selasa.

“Kira-kira itu. Jadi masih, ya, masih, masih melihat suasana di sana karena ini setiap hari hampir selalu ada gempa yang gempanya bukan gempa kecil. Kemarin baru saja 6,2, sebelumnya juga ada 6,5, ya begitu,” ungkap Presiden Jokowi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, semula Presiden Jokowi merencanakan mengunjungi korban gempa Lombok usai mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (10/8) siang ini. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya