Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 19 April 2019

 

 

DPR Akan Fasilitasi Pengembangan Ikan Arwana

TK / Parlemen / Sabtu, 19 Januari 2019, 10:39 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengunjungi penangkaran ikan arwana PT Salmah Arowana Lestari di Pekanbaru. | foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan memastikan pihaknya siap memfasilitasi berbagai upaya untuk mengembangkan industri ikan arwana.

Daniel pun siap membangun jaringan kerja sama dengan pemerintah pusat untuk memberikan sejumlah kemudahan seperti izin, karantina dan distribusinya.

“Kita akan beri kemudahan dan tidak dipersulit. Seluruh perizinan kita back up untuk karantinanya. Semua dalam rangka kemudahan untuk ekspornya,” ungkap Daniel usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau lokasi penangkaran ikan arwana milik PT. Salmah Arowana Lestari di Pekanbaru, Riau, Jumat (18/1/2019).

Daniel juga akan usul ke pemerintah guna menyiapkan perluasan pasar, baik itu dalam bentuk pameran atau hal lainnya. Karena, PT. Salmah ini telah berhasil mengekspor ikan arwana ke sejumlah negara Asia, seperti China, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Sehingga diharapkan dengan adanya perluasan pasar, maka produk ikan arwana bisa diekspor ke Eropa dan Amerika. 

“Ke depannya mungkin nanti pemerintah bisa bantu perluasan pasar. Dalam bentuk pameran, sehingga tak hanya diekspor ke China, Malaysia, Singapura dan Thailand. Ke depannya mudah mudahan bisa di ekspor ke Eropa dan Amerika, sehingga bisa lebih baik,” dorongnya.

Sebagaimana diketahui, ikan arwana merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Bentuknya yang indah dan menawan menyebabkan harga ikan arwana cukup fantastis. Ikan ini bisa bernilai jutaan rupiah di pasar ikan hias.

Salah satu sebabnya adanya mitos bahwa ikan Arwana adalah pembawa keberuntungan bagi pemeliharanya. 

Pada tahun 1980-an, ikan arwana sangat melimpah jumlahnya di sungai. Pengambilan dan penangkapan besar besaran ikan arwana dari habitatnya yang dipicu oleh nilai ekonomis yang tinggi menyebabkan kekhawatiran terhadap kelestariannya.

Sebagai respon terhadap kekhawatiran itu, ditingkat global maupun nasional, upaya perlindungan terhadap spesies ini dilakukan dengan memberikan status dilindungi.

Namun hal itu dianggap kurang memadai karena permintaan pasar tetap tinggi. Oleh sebab itu dilakukanlah upaya pelestarian yang dikenal sebagai konservasi ex-situ (konservasi di luar habitat aslinya). 

Upaya konservasi ex-situ yang paling dikenal adalah penangkaran. Dengan adanya kegiatan penangkaran ini, maka penangkapan ikan arwana di alam diharapkan bisa ditekan, sehingga kegiatan ini mempunyai fungsi penting dalam upaya konservasi ikan arwana, khususnya jenis super red. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Kamis, 18 April 2019, 10:35 WIB

Ketua DPR Minta Semua Pihak Hormati Hasil Pemilu




Selasa, 16 April 2019, 15:39 WIB

DPR Undang Parlemen Asing Saksikan Pemilu