Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 19 Oktober 2018

 

 

DPR Apresiasi Bantuan Venezuela Untuk Korban Bencana Sulteng

TK / Parlemen / Rabu, 10 Oktober 2018, 10:43 WIB

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mohamad Hekal menerima Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys Fransisca Urbaneja Duran, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).  | Foto: istimewa

JAKARTA - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mohamad Hekal menerima Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys Fransisca Urbaneja Duran, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018). 

Dalam pertemuan tersebut, Hekal menyampaikan ucapan terima kasih atas uluran tangan Pemerintah Venezuela kepada korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hekal mengatakan, meskipun Venezuela tengah dilanda krisis ekonomi, namun masih berusaha memberikan bantuan untuk Indonesia.

Seperti diketahui, Presiden Venezuela Nikolas Maduro menyetujui penggunaan dana solidaritas sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 151 miliar untuk penanggulangan bencana di Sulteng.

“Ini juga bukan pertama kalinya Venezuela mengulurkan tangan. Saat tsunami Aceh, Presiden Hugo Chavez juga memberikan bantuan sebesar 2 juta dolar AS. Tolong sampaikan ucapan terima kasih kami kepada Pemerintah Venezuela,” kata Hekal kepada Dubes Venezuela Gladys Fransisca Urbaneja Duran.

Ia berharap kerja sama Indonesia - Venezuela semakin erat seiring bertambahnya usia ke-59 tahun ini.

Karena itu, ia menyampaikan rencana kunjungan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Parlemen Venezuela untuk menjembatani pending matters antar kedua negara.

“Kita tahu dalam beberapa tahun terakhir ini, Venezuela mengalami guncangan ekonomi dan politik, sehingga persahabatan Venezuela dan Indonesia sempat tertunda. Karena itu, kunjungan ke Venezuela dalam rangka meningkatkan dialog dan isu internasional yang menjadi perhatian bersama,” papar Hekal.

Ia menambahkan, kerja sama yang terjalin dengan Venezuela harus terus ditingkatkan. Sama halnya dengan Indonesia, Venezuela juga kaya akan minyak dan mineral sehingga peluang kerja sama ekonomi bisa didorong.

“Mereka mengharapkan Indonesia bisa berpartisipasi di ekonomi mereka. Peluang lainnya, menurut Dubes, budaya Venezuela dan masyarakat Indonesia juga mirip. Sehingga ini bisa menjadi daya tarik untuk mempromosikan budaya kita melalui pariwisata,” tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Jumat, 19 Oktober 2018, 12:54 WIB

Komisi II: Ombudsman Harus Kawal Layanan Publik