Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 21 September 2018

 

 

DPR Nilai Pelayanan Haji 2018 Meningkat

TK / Parlemen / Selasa, 14 Agustus 2018, 22:26 WIB

Salah seorang petugas menggendong jemaah yang kelelahan di pelataran Masjidil Haram, Rabu (08/08). | Foto: istimewa

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menilai, sejauh ini pelaksanaan ibadah Haji 1439 H/ 2018 M berjalan dengan baik.

Layanan untuk jemaah Indonesia di Arab Saudi pada musim haji ini sudah siap. Menurutnya, dari segi biaya, tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Fasilitas pemondokan juga lebih baik, meskipun lokasinya ada yang agak jauh, namun tersedia angkutan.

“Sampai dengan saat ini, secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Layanan kesehatan juga lebih baik, termasuk bimbingan mengantisipasi cuaca yang sangat panas di siang hari,” ungkap Nanang, langsung dari Arab Saudi, Senin (13/8/2018).

Selain itu, Nanang juga mengapresiasi inovasi baru yang dimulai saat musim haji tahun ini adalah adanya relawan yang bertugas untuk mencari, membimbing, dan mengantarkan jemaah yang tersesat, atau yang tidak tahu jalan pulang ke pondokan.

“Peningkatan layanan haji pada tahun ini diharapkan bisa membuat nyaman para jamaah haji Indonesia. Jika tidak ada halangan sampai selesai musim haji tahun ini, Insya Allah pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama telah melakukan kontrak kerja sama dengan tujuh perusahaan yang akan melayani transportasi antar kota perhajian (Jeddah, Makkah, dan Madinah).

Ketujuh perusahaan itu adalah Saptco, Rawahel, Rabitat, Dallah, Al Masa, Al Qaid, dan Hafil.

Moda transportasi ini paling tua buatan 2013. Semua sudah dilengkapi AC, kulkas, toilet, dan kursi 2–2. Adapun khusus untuk bus shalawat, Kemenag melakukan kontrak kerjasama dengan Saptco dan Rawahel.

Demi menjamin pelayanan haji tahun ini, Kementerian Agama RI merilis 10 inovasi yang dilakukan, yaitu; percepatan keimigrasian, QR Code pada gelang jamaah, akomodasi, bumbu masakan Indonesia, penambangan katering Makkah, tanda paspor dan koper, pengalihan porsi waris, visa print kertas, konsultas ibadah dan P3JH. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya