Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 19 Januari 2019

 

 

Fahri Hamzah Sarankan BMKG Pimpin Penyampaian Informasi Kebencanaan

EP / Parlemen / Kamis, 10 Januari 2019, 12:00 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah | Foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan agar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diberikan kewenangan sebagai leading institution bagi seluruh lembaga-lembaga sejenis, sehingga sistematika penyampaian informasi dapat terintegrasi.

Ia menyatakan bahwa hal ini akan ia jadikan pertimbangan dan akan ia perjuangkan dalam kegiatan rapatnya di DPR RI.

“BMKG itu perlu dijadikan semacam leading institution untuk semua lembaga sejenis, supaya proses mitigasi tubuh bangsa kita ini, dikonsentrasikan dalam koordinasi BMKG, sehingga betul betul informasinya terintegrasi. Dari atas, dari bawah, dari dalam perut bumi, dari dalam laut, itu semuanya terintegrasi,” ujar Fahri seusai melakukan kunjungan ke Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Fahri menjelaskan, saat ini BMKG juga harus memikirkan bagaimana ide ke depan soal mitigasi bencana. Ia meminta seluruh lembaga kebencanaan harus berkumpul dan mencari solusi soal mitigasi bencana tersebut.

“Dalam cobaan krisis bencana seperti ini, pikiran harus maju, apa yang harus kita pikirkan. Ada LAPAN dan sebagainya ini harus rapat semua. Ini harus ketemu semua lembaga ini sampai punya format yang solid, bagaimana supaya Indonesia punya sistem mitigasi terbaik di dunia,” katanya.

Fahri juga menekankan perlunya dilakukan perubahan regulasi terhadap penanganan kebencanaan dalam strukturisasi pemerintahan. Maka dari itu, ia meminta agar Kepala BMKG lebih vokal dalam menyuarakan anggarannya ketika rapat pembahasan anggaran dengan DPR RI. Pasalnya, efek dari kerja BMKG ini terhadap keselamatan itu sangat tinggi.

“Karena itu harus diberikan anggaran yang besar supaya yang ngomong bukan mulutnya lagi, tetapi teknologinya, sistem komunikasinya, stakeholder yang melaksanakan akibat dari peringatan BMKG ke masyarakat itu harus lebih masif,” tuturnya.

Menurutnya, posisi Indonesia yang dilewati oleh gugusan cincin api atau ring of fire sebaiknya jangan dianggap sebagai musibah, melainkan harus dimaknai sebagai karunia.

Fahri juga mendorong BMKG agar terus berbenah, hingga dapat menciptakan mitigasi bencana yang baik dan memberikan perlindungan yang terbaik bagi masyarakat.

“Ada banyak bencana di sana, tetapi itu artinya kita diberi karunia untuk selalu sadar bangkit, karena itu harus sadar dengan ilmu pengetahuan, tanda-tanda alam kita harus miliki penelitian yang kuat. Dalam hal ini BMKG adalah salah satu backbone untuk menyadarkan bangsa kita, betapa pentingnya kita mengetahui dan memitigasi suasana alam kita baik yang berasal dari bumi kita, dan di atas bumi kita,” tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 19 Januari 2019, 10:39 WIB

DPR Akan Fasilitasi Pengembangan Ikan Arwana





Jumat, 18 Januari 2019, 19:46 WIB

Daerah Pesisir Harus Miliki Early Warning System