Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 17 Desember 2018

 

 

Fahri Hamzah Targetkan RUU Daerah Kepulauan Segera Selesai

TK / Parlemen / Sabtu, 11 Agustus 2018, 14:49 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima draft usulan RUU Daerah Kepulauan dari perwakilan Anggota DPD RI dan para Kepala Daerah Kepulauan (Provinsi Kepulauan Riau, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur) | foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima perwakilan Anggota DPD RI dan para Kepala Daerah Kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Mereka meminta kepada DPR RI agar fokus membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. Menanggapi permintaan tersebut, Fahri menargetkan RUU Daerah Kepulauan bisa segera selesai sebelum masa jabatan DPR RI periode 2014-2019 selesai. 

“Kalau bisa sebelum pergantian tahun ini. Tapi kita tahun ini tahun politik, dan mulai akan ada kampanye. Dan karenanya, saya kira ini relatif tertunda. Berharap setelah April pencoblosan Pemilu, (pembahasan) ngebutlah,” papar Fahri di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurutnya, ada satu variabel yang perlu disepakati, yakni berkaitan dengan alokasi anggaran khusus bagi daerah-daerah kepulauan.

Menurutnya, jika penghitungan anggaran bagi daerah kepulauan disamakan dengan daerah tidak kepulauan dan berdasar pada luas tanah, maka cara tersebut tidak proporsional. Karena di daerah kepulauan yang luas adalah lautnya, bukan daratan.

“Yang luas itu lautnya. Pulau kecil-pulau kecil, tapi lautnya luas. Sementara di daerah kepulauan alat transportasinya tidak biasa. Belum lagi rintangan transportasi di laut ada ombak dan sebagainya. Harus masuk di dalam hitungan, dan itu mencangkup,” jelasnya.

Fahri menegaskan, jika pemerintah menyadari, sebenarnya RUU ini menjadi peletakan dasar konsepsi awal bagaimana mengelola maritim di Nusantara.

Dia juga mengatakan, persaingan peradaban di dunia sudah dikuasai oleh negara-negara berbasis darat yang luas. Maka, jika Indonesia ingin membangun dan bersaing dengan peradaban yang sudah besar, harus mengutamakan konsepsi maritim. 

“Di darat ini kita terlalu banyak saingan. Peradaban besar yang ada sekarang adalah peradaban darat, semua China, Amerika. Itu semua peradaban darat. Peradaban laut itu kita. Kalau kita mau bersaing, lawan dengan konsepsi maritim,” tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Senin, 17 Desember 2018, 11:08 WIB

Komisi IV Pastikan Stabilitas Harga Sembako di Sumsel



Sabtu, 15 Desember 2018, 19:26 WIB

Palestina Jadi Isu Utama Agenda Diplomasi Parlemen



Sabtu, 15 Desember 2018, 19:24 WIB

Ketua DPR Kutuk Keras Pengeroyokan kepada Anggota TNI



Sabtu, 15 Desember 2018, 10:27 WIB

RUU Masyarakat Hukum Adat Didorong Segera Selesai