Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 22 Oktober 2018

 

 

Fakta Dibalik Pertumbuhan Ekonomi RI yang Capai 5,27 Persen

AD / Ekonomi / Rabu, 08 Agustus 2018, 00:14 WIB

Menkeu, Sri Mulyani/Foto: istimewa

JAKARTA-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2018 sebesar 5,27 persen cukup baik. Bahkan dirinya tidak percaya, bisa melesat hingga mencapai 5,27 persen. Mengingat pemerintah sendiri memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II hanya berada dikisaran 5,16 - 5,17 persen.

"Ini malah 5,27 persen jadi itu bagus. Kita lihat komponennya, jadi kita harus melihat apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menjaga itu," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (6/8).

Sri Mulyani mengatakan, bila dilihat dari pertumbuhan konsumsi juga sudah cukup baik, yakni mampu mencapai 5,14 persen. Menurutnya, itu didorong karena beberapa faktor seperti adanya Hari Raya Idul Fitri, Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13 serta libur panjang.

Meski demikian, Sri Mulyani mengaku khawatir sebab investasi masih di bawah taget yang diharapkan oleh pemerintah. "Salah satu yang harus diwaspadai adalah investasi tumbuhnya tidak setinggi yang kita bayangkan di bawah 6 persen. Ekspor juga lebih lemah dari yang kita prediksi dan impor lebih tinggi," kata Sri Mulyani

"Artinya, di satu sisi kita lihat impornya untuk bahan baku dan barang modal adalah positif tetapi belum diterjemahkan ke dalam investasi yang muncul growthnya tinggi dan juga dalam bentuk ekspor yang baik. Ini menjadi salah satu kajian kita untuk melihat secara lebih detil lagi statistiknya. Itu dari sisi demand sidenya," lanjutnya.

Sementara, menurut Sri Mulyani, di sisi produksi sudah bagus meningkat cukup tinggi. Akan tetapi industri manufaktur masih sedikit lemah. "Mungkin karena salah satunya libur panjang di bulan Juni sehingga kegiatannya agak menurun. Jadi, faktor seasonalnya hilang di kuartal ketiga dan keempat kita harapkan ada kompensasi di dalam industri manufaktur yang cukup baik", sebutnya.(*)

Komentar

 

Berita Lainnya