Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 24 April 2019

 

 

Gunung Karangetang Erupsi, 216 Orang Mengungsi dan 499 Jiwa Terisolasi

TK / Nasional / Senin, 11 Februari 2019, 12:33 WIB

Muntahan Lava Gunung Karangetang (Dok. BNPB)

JAKARTA - Sedikitnya 216 warga yang terdampak erupsi Gunung Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), mengungsi ke lokasi aman. Mereka ditampung di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sesuai data per Minggu (10/2/2019), jumlah pengungsi terdapat di Shelter Passeng, yakni 132 jiwa terdiri atas 69 laki-laki dan 63 perempuan.

Selanjutnya, di Shelter SMIST Batubulan terdapat 42 pengungsi (20 laki-laki dan 22 perempuan), serta lainnya ditampung di rumah-rumah warga sekitar 42 orang.

"Selain itu terdapat 499 jiwa yang masih terisolasi di Kampung Batubulan. 42 penyintas dan 457 jiwa tetap tinggal di rumah masing-masing," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Senin (11/2/2019).

Untuk penanganan darurat erupsi Gunung Karangetang, saat ini para pengungsi membutuhkan makanan, sanitasi, air bersih, pelayanan kesehatan dan penyediaan shelter.

"TNI dan Polri terus mendukung pelaksanaan tanggap darurat ini. Petugas mnjaga pos pengamanan agar warga tidak ada yang melewati daerah yang dinyatakan tak aman," ujar Sutopo.

Sementara itu, berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, ada penumpukan lava di area dekat puncak Gunung Karangetang.

Penumpukan lava dikhawatirkan dapat turun secara tiba-tiba apabila volumenya mencukupi untuk terjadi guguran.

"Selain itu, dalam kondisi hujan dengan intensitas curah hujan tinggi, dikhawatirkan penumpukan lava terbawa air hingga menimbulkan banjir lahar," katanya.

PVMBG pun merekomendasikan pemda setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah daerah atas potensi ancaman tersebut. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya