Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Hari ke-11 Pencarian Korban Lion Air, Basarnas Turunkan 41 Penyelam

TK / Nasional / Kamis, 08 November 2018, 11:44 WIB

Ilustrasi | Foto: istimewa

JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) melanjutkan pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 41 penyelam dikerahkan ke lokasi. 

Hari ini pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP hanya ditangani oleh tim dari Basarnas. Sebanyak 201 personil Basarnas dikerahkan untuk proses evakuasi.

Selain itu, Basarnas juga menurunkan 14 unit kapal dari unsur laut. Salah satu kapalnya yaitu Baruna Jaya I telah disiagakan di titik koordinat jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP. Sedangkan dari unsur udara tim SAR juga menurunkan 3 unit helikopter. 

Berdasarkan pantauan, sudah ada lima kapal yang bertolak dari Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju ke lokasi titik jatuhnya pesawat yaitu KN SAR Sadewa, KN SAR Drupada, 2 Kapal RIB Basarnas dan KN SAR Basudewa. 

Lalu untuk unsur darat, hanya terdapat 9 ambulans yang bersiaga di dermaga JICT.

Meski kekuatan pencarian diambil alih oleh Basarnas, nantinya tetap akan ada 30 personel dari Tim DVI Polda Metro Jaya untuk mengangkut kantong jenazah. 

Sebelumnya, Kabasarnas Marsdya M Syaugi memutuskan proses evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat diperpanjang tiga hari. Namun, perpanjangan waktu tersebut hanya khusus Basarnas. 

Meski berkurangnya unsur dalam operasi SAR, Syaugi memastikan tidak akan mempengaruhi sistem pencarian. Pihaknya tetap bekerja secara penuh pencarian korban. 

"Kalau operasi tetap sama karena kita lokasi areanya sudah tahu, di radius 250 meter cuma, kapal Pertamina sudah tidak ada di situ, karena mereka harus melaksanakan tugas-tugas yang lain. Jadi kita di situ hanya Basarnas, kita memiliki peralatan juga, memiliki tim penyelam juga. Jadi tidak masalah karena kita sudah tahu lokasi, dan sudah semakin sedikit yang bisa kita temukan sehingga kita tidak ada kesulutan lagi," ujar Syaugi, Rabu (7/11). (*)

Komentar

 

Berita Lainnya