Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 21 Mei 2018

 

 

Himpun Masukan, UKP PBM RI-Malaysia Bertemu Forkopimda Kalbar

EP / Regional / Selasa, 24 April 2018, 15:11 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, Eddy Pratomo, bertemu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat (Kalbar) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Selasa (24/4/2018). | Foto: istimewa

PONTIANAK - Utusan Khusus Presiden Bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, Eddy Pratomo, bertemu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat (Kalbar) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Selasa (24/4/2018).

Asisten bidang Pemerintah dan Kesra Kalbar, Alexander Rambonang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada 5 (lima) wilayah di Kalbar yang memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan Malaysia yang tersebar di Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Bengkayang, dan Kab. Kapuas Hulu.

“Dari 5 PLBN itu 3 sudah diresmikan namun 2 ( dua) yaitu di Aruk dan Nanga Badau baru soft opening,” kata Alex. Akibatnya, lanjut Alex, kedua PLBN itu hanya untuk pos lintas batas orang. Belum menjadi titik ekspor impor barang.

Ia berharap agar PLBN Aruk dan Nangka Padau bisa segera beroperasi penuh untuk mencegah perdagangan ilegal dan menghindari arus trafficking (perdagangan manusia).

Terkait batas maritim RI-Malaysia di Tanjung Datu yang kini belum ada penetapan, Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Kalbar itu mengingatkan besarnya potensi yang bisa lepas jika tidak ada ketetapan perbatasan kedua negara.

“Selain potensi keamanan, Wilayah Tanjung Datu memiliki potensi perikanan, ESDM, lingkungan hidup, dan wisata,” ujar Alex.

Sementara Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, Eddy Pratomo, mengemukakan pertemuan dengan Forkopimda Kalbar itu dimaksudkan untuk menyerap masukan terkait strategi perundingan batas maritim RI-Malaysia di segmen wilayah Laut Natuna.

Selain bertemu Forkopimda, menurut Eddy, dalam kunjungannya kali ini dirinya akan berdiskusi dengan kalangan akademisi di Universitas Tanjungpura, Pontianak, dan meninjau langsung lokasi perbatasan maritim di Tanjung Datu, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

“Kita akan melakukan perundingan dengan Utusan Khusus Malaysia untuk wilayah perbatasan di sana, karena itu kami perlu meninjau langsung ke lokasi untuk melihat situasi terkini,” ujar Eddy.

Perjalanan ke Tanjung Datu akan dilakukan dengan menggunakan KRI Sembilang dan KRI Alamang pada Selasa (24/4) malam, dan dijadwalkan akan tiba kembali di Pontianak pada Kamis (26/4) pagi. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya