Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 15 Agustus 2018

 

 

IDI: Jokowi-Ma\'ruf Amin Jalani Tes Kesehatan hingga 12 Jam

EP / Nasional / Minggu, 12 Agustus 2018, 15:34 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis saat konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin akan menjalani tes kesehatan hingga 12 jam.

Tim dokter yang memeriksa merupakan gabungan dari tim dokter IDI dan dokter RSPAD Gatot Subroto.

"Lama pemeriksaan sendiri akan memakan waktu antara 9-12 jam dengan diselingi istirahat," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis saat konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 1004/PL.02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2018 tentang Panduan Teknis Penilaian Kemampuan Rohani dan Jasmani Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI dalam Pemilu 2019, ada beberapa jenis tes pemeriksaan, yakni tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) berlangsung selama 90 menit, tes penyakit dalam selama 30 menit.

Kemudian, bedah selama 20 menit, neurologi selama 60 menit, wawancara Psikiatri MINI ICD-10, DIP, MMI selama 90 menit, pemeriksaan mata selama 30 menit.

Ada pula tes THT-KL selama 20 menit, audiometri nada murni selama 30 menit, pemeriksaan jantung dan pembuluh darah, EKG, Treadmill selama 45 menit, Echokardiografi selama 20 menit, paru: spirometri dan tes lain selama 20 menit, radiologi thoraks selama 10 menit, tes MRI kepala minimal selama 30 menit, pengambilan sample laboratorium selama 10 menit, USG transvaginal selama 15 menit dan pemeriksaan penunjang lain atas indikasi, waktu penyesuaian.

Hasil pemeriksaan sendiri paling lambat harus disampaikan kepada KPU RI 2 (dua) hari setelah pemeriksaan Jokowi-Ma'ruf selesai dilakukan.

Namun tim berkomitmen untuk sesegera mungkin menyerahkan kepada KPU setelah melalui rapat pleno tim.

"Adapun kewenangan menyampaikan hasil dan keputusan selanjutnya mengenai lolos atau tidak lolos sepenuhnya menjadi kewenangan KPU RI," ujar Ilham.

Ilham menjelaskan, tim dokter yang melakukan pemeriksaan memiliki persyaratkan khusus. Persyaratan tersebut mulai dari dokter harus memiliki masa kerja harus 15 tahun atau lebih, bukan anggota partai, dan bukan dokter pribadi salah satu calon.

"Seluruh tim terkait kepada sumpah dan kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," tambahnya. (*)
 

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 14 Agustus 2018, 22:27 WIB

Wakapolri Komjen Syafruddin Jadi Menpan RB