Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 14 Desember 2018

 

 

Industri Ponsel Meningkat Pesat Dalam Lima Tahun Terakhir

Ekonomi / Senin, 19 Februari 2018, 08:54 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan produksi yang pesat selama lima tahun terakhir. Impor ponsel sempat turun menjadi 11,4 juta unit pada 2017, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri tercatat sebanyak 60,5 juta unit.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pertumbuhan industri ponsel tidak lepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut.

“Karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (17/2).

Airlangga menjelaskan, Kemenperin mencatat pada 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar US$3 miliar. Sementara itu, produksi dalam negeri sekitar 105.000 unit untuk dua merek lokal. Akhirnya, pemerintah mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri.

Hasilnya, pada 2014, impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yakni menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.

Pada 2015, produk impor merosot hingga 40% dari tahun sebelumnya menjadi 37 juta unit dengan nilai US$2,3 miliar. Produksi di dalam negeri juga melambung hingga 700% dibandingkan 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

Pada 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36% dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai US$775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri, terjadi pertumbuhan sebesar 36% dari tahun sebelumnya menjadi 68 juta unit.

“Tahun lalu, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal,” ungkap Airlangga.

Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas. (ENA)

Komentar

 

Berita Lainnya

Kamis, 06 Desember 2018, 19:15 WIB

Securitech Komitmen Dukung Program Go Green