Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 17 Oktober 2018

 

 

Jokowi Ungkap Tiga Tantangan Industri Otomotif Nasional

AD / Ekonomi / Jumat, 03 Agustus 2018, 23:52 WIB

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat mencoba Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018/foto:istimewa

TANGERANG-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Ini merupakan kali pertama dirinya menghadiri pembukaan pameran otomotif terbesar di dunia. Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan ada banyak tantangan yang harus dihadapi industri otomotif.

“Pagi hari ini senang sekali bisa hadir pada acara GIIAS yang setiap tahun diadakan. Dan ini saya baru pertama kali saya hadir di GIIAS. Banyak yang bilang ke saya, 'Pak kalau dateng ke GIIAS model-model baru, mobil baru. Jadi Bapak nanti bisa melihat karena ia pameran mobil terbesar bukan hanya di Indonesia tapi masuk jajaran pameran di dunia',” ujar Jokowi di ICE BSD, Tangerang, Kamis (2/8).

Di antara semua sektor perindustrian, lanjutnya, industri otomotif merupakan sektor yang paling mampu berpotensi untuk memasuki pasar global. "Rantai produksinya global, skala ekonomi, dan branding global," kata Jokowi.

Menurutnya, sektor otomotif perlu menjadi sorotan dan perkembangannya perlu dicermati. Pasalnya, negara maju dan negara berkembang sudah mulai serius dalam menggarap dan mengembangkan kendaraan yang inovatif dan ramah lingkungan.

"Tinggal tunggu waktu tren di Indonesia. Kita juga bagian rantai pasar industri otomotif global," jelasnya.

Jokowi menekankan, terdapat tiga tantangan di sektor otomotif. Pertama, makin meluasnya fenomena mobil listrik. Saat ini, banyak negara yang mengadopsi mobil listrik untuk menjadi tren.

"Pemerintah Prancis dan Inggris sudah mengumumkan tahun lalu, mulai 2040 mobil nonlistrik akan dilarang dijual di kedua negara itu. Tiongkok juga mengumumkan terdepan di dunia dalam mengembangkan mobil listrik. Sekarang juga sudah jadi pasar terbesar mobil listrik," tegas Jokowi.

Tantangan kedua kedua, lanjutnya, industri otomotif tengah mengalami distribusi maraknya transportasi online yang menjamur.

"Tapi mungkin di awal mengangkut kargo jasa dulu. Ada sebuah kendaraan otonom startup di Silicon Valley (Amerika Serikat) mengantarkan barang dan jasa delivery. Hati-hati dengan perkembangan seperti ini," kata Jokowi.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, transportasi online memicu masyarakat menjadi malas berkendara sendiri. Sebab, ke depannya semua akan serbamudah dengan menggunakan aplikasi.

“Nanti anak kita makin banyak bilang ngapain saya belajar nyetir dan beli mobil kalau perlu, tinggal panggil pakai aplikasi. Ini sudah dimulai. Mungkin malas bikin SIM,” imbuh Jokowi.

Terakhir, siklus penjualan otomotif perlu diwaspadai. Meskipun jangka pendek, siklus ini sangat peka terhadap keadaan perekonomian suatu negara.

"Jumlah penjualan mobil di Amerika sudah paling tinggi, mentok sulit naik lagi. Justru kemungkinan besar mulai menurun. Tiongkok, ekonominya tren perlambatan dihantam perang dagang dengan Amerika, jadi kita harus siap kondisi ini. Siklus otomotif dunia tahun mendatang," tandasnya.(*)

Komentar

 

Berita Lainnya