Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 12 Desember 2018

 

 

Kelompok Bersenjata di Papua Perkosa Seorang Guru SD

ENA / Nasional / Senin, 16 April 2018, 08:42 WIB

Ilustrasi OPM | Foto: Istimewa

JAKARTA - Seorang guru Sekolah Dasar berinisial GR, diperkosa secara bergiliran oleh enam anggota OPM bersenjata. Pemerkosaan itu terjadi di Opini, Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

"Dari laporan yang kami terima pelaku pemerkosaan diduga kelompok bersenjata yang berada di wilayah Tembagapura," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal Kamal, Minggu (15/4).

Kamal mengatajab, dari laporan itu diketahui, korban diperkosa saat menuju lokasi upacara adat bakar batu yang digelar masyarakat Opini. Upacara itu digelar dalam rangka perpisahan antara masyarakat Opitawak dengan Banti, yang diungsikan polisi dan TNI ke wilayah Aroanop.

Ia menambahkan, saat ini, polisi dan TNI sedang mengevakuasi 17 guru lainnya yang bertugas di Opini. Berdasarkan catatan, ada 17 guru yang mengajar di kampung tersebut. "17 guru kontrak yang bertugas di Aroanop terdiri dari 8 perempuan dan 9 laki-laki tengah dievakuasi menuju Timika dengan menggunakan helikopter milik PT Freeport," kata Kamal.

Selain itu, menurut Kamal, Kepolisian juga sedang melakukan pendataan guru-guru lainnya yang bertugas di wilayah tersebut. "Masih diiventarisir berapa guru lagi yang ada di sekitar Distrik Tembagapura," ujar Kamal.

Beberapa waktu belakangan ini, kondisi keamanan di wilayah Papua, semakin memanas. Terutama setelah adanya ultimatum perang yang dikeluarkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Bahkan, TNI dan Polri telah menggelar operasi senyap menumpas kelompok yang dijuluki dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) itu.

"17 guru kontrak yang bertugas di Aroanop terdiri dari 8 perempuan dan 9 laki-laki tengah dievakuasi menuju Timika dengan menggunakan helikopter milik PT Freeport," ujarnya.

Selain itu, menurut Kamal, Kepolisian juga sedang melakukan pendataan guru-guru lainnya yang bertugas di wilayah tersebut. "Masih diiventarisir berapa guru lagi yang ada di sekitar Distrik Tembagapura," ujar Kamal. (*)

 

Komentar

 

Berita Lainnya


Rabu, 12 Desember 2018, 15:41 WIB

Sandi Undang Jokowi ke Rapimnas APPSI



Rabu, 12 Desember 2018, 15:36 WIB

KPK OTT Bupati Cianjur



Rabu, 12 Desember 2018, 15:25 WIB

Kemendagri Pastikan Tidak Ada DP4 Tambahan