Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 18 November 2018

 

 

Kemenkumham: Pembenahan Lapas Sukamiskin Tak Semudah yang Dibayangkan

EP / Nasional / Minggu, 16 September 2018, 14:06 WIB

 Tim Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melakukan inspaksi mendadak (sidak) ke Lapas Sukamiskin pada Sabtu (15/9/2018). | Foto: istimewa

BANDUNG - Tim Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melakukan inspaksi mendadak (sidak) ke Lapas Sukamiskin pada Sabtu (15/9/2018).

Kemenkumham menemukan kamar para napi di lapas tersebut tidak merata baik ukuran maupun fasilitasnya. Sidak tim Kemenkumham itu dilakukan menyusul inspeksi mendadak yang dilakukan Ombudsman RI pada Kamis 13 September 2018.

Dari temuannya, rombongan Ombudsman yang dipimpin Ninik Rahayu beserta kepala wilayah dan 11 anggota lain, menemukan perbedaan kamar napi. Salah satunya kamar Setya Novanto yang lebih luas.

Terkait hal itu Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bertekad melakukan pembenahan di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun proses pembenahan diakui membutuhkan waktu.

"Memang ke depan kita benahi satu-satu lah," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkum HAM Aidir Amin Daud saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/9/2018).

Aidir mengatakan saat ini Lapas Sukamiskin tengah membenahi soal kunjungan. Setelah itu, kata dia, pihaknya bisa membenahi yang lain termasuk kamar para napi.

"Benahi kunjungan dulu. Enggak bisa segera, harus pelan-pelan, tidak semudah yang dibayangkan dari luar," ujarnya.

Aidir menjelaskan, tim Kemenkumham benar menemukan ada kamar napi tertentu yang lebih besar dibandingkan kamar-kamar lain.

Namun, perbedaan luas kamar dan fasilitas mewah di dalam kamar adalah inisiatif napi. Jadi, pihak lapas tak menyediakan fasilitas tambahan bagi napi.

"Tidak (bukan difasilitasi lapas). Begini, biasanya seprei bawa sendiri, sehingga kelihatan bagus. Mungkin ada orang karena penyakit asma, harus pakai sprei putih bersih. Biasa kan begitu. Kalau soal kebersihan kita sama-sama menghormati," jelasnya.

Aidir mengemukakan, bahwa tidak ada renovasi khusus terhadap sel besar dan bersih seperti disebutkan Ombudsman dalam temuannya seusai sidak. Di kamar beberapa napi, seperti Setya Novanto hanya ditempel oleh wallpaper karena temboknya ada masalah.

"Sebenarnya tidak direnovasi. Itu cuma dikasih wallpaper dan itu sudah lama. Kenapa ada wallpaper karena dinding itu ada masalah," ujar Aidir.

"Jadi kalau dibongkar bisa lebih baunya. ada alasannya saya gak terlalu tahu yang cocok menjawab itu adalah kalapas atau kakanwil. Kalapasnya saya pikir sudah bekerja dengan baik lah," sambungnya.

Terkait pembenahan lapas agar ukuran dan fasilitasnya merata, Aidir mengungkapkan, akan dilakukan secara bertahap.

"Tidak bisa segera, harus pelan-pelan. Tidak semudah yang dibayangkan dari luar," ungkap Aidir. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya