Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 15 Agustus 2018

 

 

Kementan: Harga Daging Naik Karena Pedagang

NG / Ekonomi / Selasa, 12 Juni 2018, 00:34 WIB

Ilustrasi. Foto: Istimewa

JAKARTA - Menjelang Lebaran, harga daging ayam mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Namun kini tercatat harga ayam di pasar tradisional mulai berangsur turun, meski masih di kisaran Rp36.000 hingga Rp38.000 per ekor.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengungkapkan, alasan tingginya harga ayam di pasar tradisional karena dilakukan oleh pedagang sendiri. Pasalnya, Ia menekankan pihaknya sudah mengecek bahwa harga daging ayam ditingkat produsen tidak mengalami kenaikan.

"Daging ayam (di Toko Tani Indonesia) turun Rp32.000. Kita harus bedakan pasar tradisional itu menentukan harga tidak terkendali. Jadi di pasar itu ulah pedagang sendiri dan kita himbau di beberapa tempat," ujar Agung di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Dia menyayangkan harga daging ayam yang dinaikan oleh pedagang, padahal harga pada produsen ayam tidak naik. Ia menambahkan mestinya harga di pasar tidak naik atau sesuai dengan HAP (Harga Acuan Penjualan) sebesar Rp32.000. "Kita koordinasi dengan produsen ayam besar, saya tanya apa betul biaya produksi meningkat. Dia bilang tidak. Jadi kembali ke HAP Rp32.000," tuturnya.

Lanjut dia mengungkan, Kementan berpegang pada dua indikator wilayah dalam melihat pergerakan harga daging ayam. Bila wilayah non produsen ayam seperti Kepulauan Riau dan NTT masih Rp32.000, berarti daerah lain semestinya tidak akan naik. "Jadi kenapa Pasar Tanah Abang Rp36.000, padahal di tempat non produsen saja Rp32.000. Kenapa di Pademangan Rp36.000?," tuturnya.

Meski begitu, Agung berharap, dalam minggu ini harga daging ayam bisa kembali segera terkendali. Sementara itu masyarakat disarankan agar membeli daging ayam di TTI atau ritel modern yang harganya sudah pasti sesuai HAP. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya