Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 19 Oktober 2018

 

 

Ketua DPR Sayangkan Pawai TK Kenakan Cadar Hitam dan Replika Senjata

TK / Nasional / Senin, 20 Agustus 2018, 11:26 WIB

Pawai budaya dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/8/2018) kemarin yang diwarnai aksi murid perempuan taman kanak-kanak (TK) mengenakan cadar dan menenteng replika senjata. | Foto: istimewa

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan keprihatinannya atas insiden pawai budaya dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/8/2018) kemarin yang diwarnai aksi murid perempuan taman kanak-kanak (TK) mengenakan cadar dan menenteng replika senjata.

“Memerintahkan anak di bawah umur memakai cadar hitam dan menenteng replika senjata seperti yang terjadi dalam sebuah karnaval di Probolinggo menjadi kasus yang sangat memprihatinkan,” ungkap Bamsoet, Minggu (19/8/2018).

Atas insiden tersebut, Bamsoet meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan semua pemerintah daerah harus memastikan bahwa kasus serupa tidak berulang di kemudian hari.

Bamsoet sangat  menyayangkan kejadian itu. Sebab, memperlakukan anak-anak TK dengan cara seperti itu tidak dapat dibenarkan.

“Perlakuan seperti itu tidak mendidik. Sebagai tontonan pun tidak pantas. Perlakuan seperti itu bisa merusak persepsi anak, karena berpotensi mencabut mereka dari dunia anak-anak,” jelasnya.

Terakhir, Bamsoet mengingatkan kepada para guru dan orang tua untuk membiarkan anak-anak dengan dunia mereka. Menurutnya, sebagai peserta didik TK, biarkan anak-anak itu bermain sambil belajar. Jangan meracuni pikiran mereka dengan cara pikir orang dewasa.

“Apalagi dengan perlakuan cukup ekstrim seperti kasus di Probolinggo itu. Para orang tua dan guru hendaknya melindungi  anak-anak dari berbagai kemungkinan yang bisa merusak cara pikir dan cara pandang anak,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sepanjang Sabtu (18/8/2018) kemarin, perhatian masyarakat tertuju pada kasus  sejumlah anak peserta karnaval berpakaian dan cadar hitam.

Tak hanya itu, murid TK itu disuruh menenteng replika senjata. Mereka menjadi peserta pawai budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya