Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 17 November 2018

 

 

Komisi V DPR Sebut KM Lestari Maju Tidak Alami Kebocoran

TK / Parlemen / Kamis, 12 Juli 2018, 11:13 WIB

Ilustrasi | Foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengungkapkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju yang kandas di perairan Pulau Selayar tidak mengalami kebocoran dari bawah kapal melainkan adanya pelanggaran terkait penggunaan kapal Landing Craft Tank (LCT) yang digunakan menjadi kapal angkutan orang.     

“Tidak benar informasinya jika kapal mengalami kebocoran, konstruksi kapal jenis LCT ini oleh Menteri Perhubungan (Menhub) jelas dilarang untuk digunakan menjadi kapal angkutan orang, larangannya pun sudah sejak lama. Ini menjadi hal yang perlu dipertanyakan,” ungkap Ibnu saat memimpin Kunjungan Kerja  Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan infrastruktur terkait kecelakaan KM Lestari Maju, di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (11/7/2018). 

Ia pun mempertanyakan izin yang dikeluarkan sehingga kapal tersebut digunakan menjadi kapal angkutan penumpang.

“Karena konstruksi kapal LCT itu memang berbahaya, bagian bawah kapalnya terbuka, jika ada ombak besar air pasti masuk ke dalam kapal. Dengan adanya air yang masuk menggenangi lambung kapal, membuat kapal menjadi tidak stabil itulah yang menyebabkan kapal tenggelam,” jelas Ibnu. 

Ibnu menekankan perlu ada penyelidikan mendalam dan sanksi yang tegas terkait dengan pihak-pihak yang andil dalam kasus kecelakaan kapal agar ke depan kecelakaan kapal yang memakan korban jiwa tidak kembali terulang.

“Apapun kejadiannya, menggunakan kapal LCT sebagai kapal angkutan penumpang saja sudah merupakan suatu hal yang salah. Kenapa tetap diizinkan untuk melaut, ini yang harus benar-benar diselidiki,” tegasnya.

Di sisi lain Ibnu berharap, pemerintah melalui ASDP dapat mengadakan kapal tambahan agar tidak menggangu pertumbuhan ekonomi di Pulau Selayar.

“Karena jika nantinya inflasi tinggi hal ini akan memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional. ASDP kan banyak membangun kapal, lebih bagus jika kapal tersebut dapat diarahkan ke Pelabuhan Pamatata dan Bira di Kabupaten Selayar ini,” ujarnya.

KMP Lestari Maju karam pada Selasa (03/7/2018) dan mengakibatkan 35 korban jiwa, satu orang hilang serta 155 selamat. Kapal diduga mengalami kebocoran pada lambung, namun belum didapat keterangan jelas mengenai penyebab kebocoran lambung kapal.

Puluhan kendaraan masih berada di bangkai kapal. Proses pencarian terhadap korban yang hilang telah dihentikan karena telah melebihi tujuh hari. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Jumat, 16 November 2018, 09:34 WIB

DPR Dukung 5 Agenda Kerja Sama Indonesia - Inggris




Kamis, 15 November 2018, 18:52 WIB

Sekjen DPR Resmi Lantik Pejabat Eselon Baru