Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Komisi VII: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

TK / Parlemen / Kamis, 08 November 2018, 10:35 WIB

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Universitas Islam Raden Rahmat, Malang, Jawa Timur.| Foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam terus melakukan sosialisasi dan pemahaman tentang Revolusi Industri 4.0, khususnya bagi generasi muda yang harus siap menghadapi perkembangan teknologi.

Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transfomasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri.

“Semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Jadi sejak sekarang harus selalu disosialisasikan, agar masyarakat mampu siap mengikuti perkembangan teknologi,” jelas Ridwan saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Universitas Islam Raden Rahmat, Malang, Jawa Timur, Selasa (06/11/2018).

Ia juga menjelaskan jika Revolusi Industri 4.0 sudah mulai berkembang dinegara-negara maju dimulai dari Jerman.

"Kemudian negara-negara Asia lain mengadopsi. Misalnya India mempunyai Make in India, Thailand punya Thailand 4.0. Oleh karena itu, melihat perkembangan yang ada, Indonesia memilih Making Indonesia,” imbuhnya.

Dikatakannya, untuk merealisasikan progran Revolusi Industri tersebut, tentu harus diimbangi dengan peningkatan SDM yang ada.

Oleh karenanya pemerintah pusat bersama DPR RI berencana merombak sistem pendidikan dengan lebih menekankan pada STEAM (Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics).

Ini untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan nasional dengan kebutuhan industri di masa mendatang.

“Indonesia akan bekerja sama dengan pelaku industri dan pemerintah asing untuk meningkatkan kualitas sekolah kejuruan, sekaligus memperbaiki program mobilitas tenaga kerja global untuk memanfaatkan ketersediaan SDM dalam mempercepat transfer kemampuan," paparnya.

Ridwan menyampaikan, di era revolusi industri 4.0 diperlukan pembaharuan pola kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam hal inovasi.

Perguruan tinggi dituntut melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan era saat ini yang sudah di era revolusi industri 4.0. “Perguruan Tinggi harus sanggup menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini, terutama para dosen diseluruh Perguruan Tinggi," pungkasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Minggu, 18 November 2018, 13:25 WIB

Fahri Hamzah Beri Motivasi Peserta Kirab Pemuda 2018



Jumat, 16 November 2018, 09:34 WIB

DPR Dukung 5 Agenda Kerja Sama Indonesia - Inggris