Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 19 Desember 2018

 

 

Komisi X DPR Sayangkan Atlet Judo Berhijab Didiskualifikasi

TK / Parlemen / Selasa, 09 Oktober 2018, 19:06 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra | Foto: istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menyayangkan terdiskualifikasinya atlet Judo Blind Indonesia Miftahul Jannah dalam Asian Para Games 2018 karena menolak melepaskan hijabnya saat bertanding.

Menurutnya, hal ini tidak perlu terjadi jika pemerintah mengantisipasi hal tersebut sejak technical meeting

“Masalah ini harusnya tidak terjadi jika sejak setahun lalu rapatnya, pemerintah bisa melakukan keberatan pada panitia. Karena semua tertera dalam official technical handbook, mengapa tidak kita antisipasi,” tegas Sutan melalui pesan singkat, Selasa (9/10/2018).

Sutan pun mempertanyakan hasil technical meeting yang dilakukan sebelum event atau pertandingan.

Menurutnya, larangan menggunakan hijab seharusnya sudah disosialisasikan jauh hari, bahkan sebelum Pelatnas di mulai, sehingga bisa diantisipasi oleh tim Indonesia.

“Siapa wakil dari kita dalam technical meeting itu. Apakah dia paham dengan aturan, sebab atas kelalaian tersebut atlet dirugikan,” ujarnya.

Selain itu, Sutan juga mengkritisi adanya diskriminasi pada busana Agama Islam dalam bentuk larangan tidak boleh berhijab dalam bertanding, karena melanggar hak beragama seorang atlet.

“Apalagi sampai pelatih meminta atlet untuk membuka hijab, karena hijab itu hanya busana dan pakaian, ini diskriminasi dan bertolak belakang dengan semangat universal olahraga," kata Sutan.

Seperti diketahui, atlet Blind Judo kelas 52 kg asal Aceh, Miftahul Jannah didiskualifikasi dari Asian Para Games 2018 karena menolak melepaskan hijab saat bertanding. Namanya dicoret sesaat sebelum bertanding melawan atlet judo asal Mongolia, Gantulga Oyun.

Sementara itu, penanggung jawab judo Asian Para Games 2018 Ahmad Bahar menuturkan bahwa ada aturan judo yang tak memperbolehkan atletnya mengenakan hijab.

Aturan International ini berlaku sejak 2012, dimana larangan menggunakan hijab semata karena faktor keselamatan. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Selasa, 18 Desember 2018, 21:14 WIB

Ketua DPR: Wartawan Harus Berkembang



Selasa, 18 Desember 2018, 13:48 WIB

Komisi X Optimis Sulsel Datangkan 250 Ribu Wisatawan