Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 12 Desember 2018

 

 

KPK Geledah Kantor Dispora Aceh dan PUPR

EP / Regional / Selasa, 10 Juli 2018, 14:19 WIB

Petugas kepolisian menjaga pintu masuk kantor Bupati Bener Meriah, diduga petugas KPK mengeledah ruangan Bupati Ahmadi, Selasa (10/7/2018). | foto; istimewa

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Pendidikan Olahraga (Dispora) Aceh, pada hari ini.

Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri bukti-bukti terkait kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Hari ini tim penyidik KPK meneruskan penelusuran bukti-bukti di kasus dugaan suap terkait DOK Aceh. Penggeledahan dilakukan di Dinas PUPR dan Dispora Aceh," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (10/7/2018).

Namun demikian, belum diketahui apa saja hasil yang didapat dari penggeledahan di dua kantor Dinas Pemprov Aceh tersebut. Sebab, penggeledahan hingga saat ini masih dilakukan.

‎"Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali," ujar Febri.

Berdasarkan pantauan, di kantor Dispora Aceh, pintu gerbang kantor dijaga petugas Satpol PP, Selasa (10/7/2018). Tampak dua anggota Brimob bersenjata lengkap berjaga.

Pegawai yang keluar-masuk juga diperiksa. Setelah dipastikan pegawai Dispora, baru pintu gerbang dibuka. Belum diketahui ruangan yang digeledah KPK. 

Sebelumnya, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi yakni, kediaman Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf, serta rumah dua pihak swasta, Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri, pada Jumat, 6 Juli 2018.

Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen serta alat bukti elektronik terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

Menurut Febri, sejumlah alat bukti yang didapat dari hasil penggeledahan menguatkan konstruksi perkara adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Gubernur non-aktif, Irwandi Yusuf, dan Bupati non-aktif Bener Meriah, Ahmadi.‎‎

"Dalam kasus ini, sejumlah bukti yang didapatkan semakin memperkuat dugaan korupsi yang terjadi terkait DOKA 2018 tersebut," pungkasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Rabu, 12 Desember 2018, 15:47 WIB

Densus 88 Amankan Seorang Terduga Teroris di Sleman



Rabu, 12 Desember 2018, 12:59 WIB

1.000 e-KTP Ditemukan Tercecer di Pariaman, Sumbar



Selasa, 11 Desember 2018, 13:05 WIB

Angin Kencang Terjang Cianjur, Puluhan Rumah Rusak



Senin, 10 Desember 2018, 12:37 WIB

1 Napi yang Kabur dari LP Banda Aceh Ditembak