Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 26 April 2019

 

 

KPK Sita Uang Rp180 Juta dan USD30 Ribu dari Ruang Menag

EP / Nasional / Selasa, 19 Maret 2019, 14:12 WIB

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin | foto: istimewa

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menyita uang Rp180 juta dan 30 ribu Dollar Amerika Serikat usai menggeledah ruang kerja Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, kemarin. Uang pecahan Dollar dan Rupiah itu ditemukan dari laci meja kerja Lukman Hakim.

"Kemarin sudah dilakukan penyitaan uang yang ditemukan di laci meja ruang kerja Menteri Agama. Uang tersebut akan diklarifikasi juga tentunya. Jumlahnya Rp 180 juta dan USD 30 ribu,‎" kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019)

Menurut Febri, uang yang disita tersebut akan dipelajari lebih lanjut apakah berkaitan dengan dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag yang menyeret Ketua Umum (Ketum) PPP, Romahurmuziy (Romi).

"‎Jadi uang tersebut sudah disita dan dipelajari lebih lanjut," ujarnya.

Febri mengingatkan kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus ini agar bersikap kooperatif. Dia meminta agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi.‎

"Jangan sampai ada upaya pihak-pihak tertentu misalnya untuk mengumpulkan, atau menghubungi, atau mencoba mempengaruhi saksi-saksi yang mengetahui dalam perkara ini, mengapa? karena kalau ada upaya untuk memperngaruhi saksi apalagi menghilangkan barang bukti itu berisiko pidana di pasal 21 uu tipikor," papar Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romy sebagai tersangka suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. Romy diduga menyalahgunakan jabatannya selaku Ketua Umum PPP.

Romy juga diduga telah menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin, secara bertahap. Haris dan Muafaq juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya