Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 23 Juli 2018

 

 

Lewat Video Conference, KPU Lakukan Coklit Pemilih Luar Negeri

TK / Nasional / Selasa, 17 April 2018, 10:29 WIB

Komisioner KPU Viryan Aziz | Foto: istimewa

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melaksanakan pencocokan dan penelitian atau coklit data pemilih untuk Pemilu 2019 mulai hari ini, Selasa, 17 April sampai 17 Mei 2018. Coklit serentak juga dilakukan di luar negeri, yang akan disaksikan melalui video conference.

"Hari ini akan dilakukan gerakan coklit dan akan dilakukan kegiatan video conference dari beberapa negara yang melakukan coklit dengan kami di sini," kata komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Viryan mengatakan, video Conference ini akan dilakukan KPU dengan sembilan perwakilan RI di luar negeri. Sembilan perwakilan ini adalah Kota Kinabalu, Manila, Seoul, Kuala Lumpur, Sydney, New York, Den Haag, Pretoria, dan Riyadh.

Video conference ini direncanakan akan dilakukan di operation room kantor KPU pada pukul 10.00 WIB. Viryan menuturkan saat ini terdapat 130 negara yang melaksanakan coklit serentak. Sebanyak 130 Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) ikut membantu pelaksanaan coklit.

"Di luar negeri kita ada 130 negara, perwakilan ada 130 PPLN di luar negeri yang melaksanakan gerakan coklit serentak," ujarnya.

Ia menjelaskan, coklit serentak di luar negeri ini juga dihadiri komisioner dan Ketua KPU RI di beberapa negara, di antaranya Malaysia, Korea Selatan, dan Filipina. 

"Seperti di Kinabalu Pak ketua Arief Budiman ada di sana, kemudian (komisioner KPU) Pak Hasyim Asyari ada di Seoul. Kemudian (komisioner KPU) Pak Pramono Ubaid Tanthowi ada di Manila," jelas Viryan. 

Tidak hanya di luar negeri, coklit serentak pemilu ini juga dilakukan di dalam negeri di 133 daerah tingkat desa/kelurahan. Menurutnya, coklit serentak dalam dan luar negeri ini dilakukan karena setiap pemilih wajib dilayani sebelum menggunakan hak pilihnya.

"Jadi, kalau kemarin (coklit pilkada) di tingkat kabupaten/kota, sekarang berbasiskan desa/kelurahan itu serentak di 133 kabupaten/kota yang melakukan coklit, 381 kabupaten/kota lainnya tidak melakukan coklit karena sedang berjalan di pilkada," ujar Viryan.

"Semangatnya adalah setiap warga negara Indonesia yang punya hak pilih penting untuk dilayani hak pilihnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," sambungnya. 

Coklit ini akan dilakukan oleh panitia pemilih dengan mendatangi rumah di masing-masing daerah. Nantinya panitia ini akan mendata data diri pemilih yang telah memiliki KTP elektronik dan dapat menggunakan hak pilihnya.

Data pemilih ini nantinya akan dimasukkan dalam daftar pemilih sementara (DPS). Coklit data pemilih berlangsung mulai 17 April hingga 17 Mei 2018. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya