Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 17 Desember 2018

 

 

Menag Ajak Jajarannya Thinking Out of The Box

TK / Nasional / Jumat, 07 Desember 2018, 13:25 WIB

Hujan baru saja berhenti mengguyur daerah Sentul, Bogor, Kamis (06/12) sore. Alih-alih berada di dalam ruangan, para peserta Rapat Pimpinan Kementerian Agama satu persatu mulai memenuhi kursi-kursi yang telah disusun panitia di tengah-tengah alam terbuka. | foto: istimewa

JAKARTA - Hujan baru saja berhenti mengguyur daerah Sentul, Bogor, Kamis (06/12) sore. Alih-alih berada di dalam ruangan, para peserta Rapat Pimpinan Kementerian Agama satu persatu mulai memenuhi kursi-kursi yang telah disusun panitia di tengah-tengah alam terbuka. 

Mereka bersiap untuk mengikuti sessi Leadership yang akan dipandu langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menag yang hadir mengenakan kemeja garis-garis memberikan tugas pertama, dengan meminta para peserta yang hadir untuk menuliskan apa kegunaan atau manfaat penjepit kertas sebanyak-banyaknya. 

Tak dinyana, jumlah jawaban para peserta sangat bervariasi. Mulai dari tiga hingga 13 jawaban. Variasi jawabannya pun beraneka ragam.

Mulai dari sebagai penjepit kertas, penjepit hidung, hingga sebagai alat urut dan kerokan. 

"Ini lazimnya untuk menjepit kertas. Kalau untuk menjepit hidung, aneh saja. Tapi yang aneh itu bukan berarti salah. Bisa untuk urut, kerokan, gak lazim tapi bisa," kata Menag, Kamis (06/12). 

Salah satu prinsip dasar kepemimpinan menurut Menag adalah kreativitas. Kreativitas seorang pemimpin akan terlihat bila ia bisa berpikir di luar kelaziman. 

"Kita harus thinking out of the box. Semua kreativitas itu, datang dari cara berpikir orang yang tidak lazim," kata Menag. 

Kemampuan berpikir di luar kelaziman menurut Menag perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Hal ini berguna untuk menyelesaikan masalah atau problem yang dihadapi. 

"Orang kreatif itu terkadang dia keluar dari masalah bukan berarti meninggalkan masalah. Keluar dari masalah untuk melihat masalah dari luar. Terkadang kita perlu sedikit keluar untuk melihat apa sebenarnya masalah yang dihadapi," ujar Menag. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya