Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 26 September 2018

 

 

Mendagri: Kami Tak Pernah Berhenti Lakukan Inovasi Layanan KTP Elektronik

TK / Nasional / Sabtu, 14 Juli 2018, 12:47 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat hadir untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PT Espay Debit Indonesia Koe. dan PT Emtek terkait Uji Coba Pelayanan Dompet Digital Melalui Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Kependudukan Elektronik, di Studio SCTV Tower Lt. 19 Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (13/7). | Foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan dalam meningkatkan pelayanan pengurusan dokumen kependudukan, terutama KTP elektronik atau KTP el, inovasi layanan terus dilakukan.

Prinsipnya warga bisa terlayani dengan baik. Karena bagaimana pun, KTP el adalah nyawa warga negara Indonesia. 

Tjahjo mengatakan itu, saat hadir untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PT Espay Debit Indonesia Koe. dan PT Emtek terkait Uji Coba Pelayanan Dompet Digital Melalui Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Kependudukan Elektronik, di Studio SCTV Tower Lt. 19 Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (13/7).

Menurut Tjahjo penandatanganan kerjasama terkait pelayanan dompet digital yang memanfaatkan data kependudukan dan KTP el, adalah bagian dari upaya peningkatan layanan Kemendagri pada publik.

"Ini bagian dari sebuah proses selama dua tahun terakhir saya bekerja," kata Tjahjo. 

Tjahjo menjelaskan dalam dua tahun terakhir, terkait kinerja Kemendagri yang paling disorot adalah masalah KTP el.

Karena itu ia selalu menekankan pada seluruh jajarannya, terutama Ditjen Dukcapil, agar permasalahan layanan KTP el jadi perhatian serius. Inovasi layanan harus terus dilakukan. Publik atau warga harus mendapat layanan terbaik. 

"Inovasi yang dilakukan Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil adalah perekaman di luar negeri, jemput bola," ujarnya.

Namun Tjahjo juga berharap, masyarakat juga pro aktif. Sehingga lebih memudahkan petugas dalam memberikan layanan.

Akhir tahun ini, dirinya menargetkan, semua rumah sakit bisa menjalin kerjasama pemanfaatan dokumen kependudukan. Tjahjo juga sempat menyinggung kerja keras aparatur kependudukan ketika harus melakukan perekaman KTP el di wilayah yang sulit seperti di Papua. 

"Untuk dicatat, selama pilkada kemarin yg paling berat adalah saat perekaman KTP el di pegunungan Papua, sampai akhirnya dapat berjalan dengan baik," ucap Tjahjo.

Di acara yang sama, Yuslinda Nasution, Direktur PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk (EMTEK) mengatakan, bisnis digital saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Bahkan ia perkirakan, di masa datang, bisnis digital  mejadi tulang punggung ekonomi nasional.

"Kami EMTEK grup fokus pada kemajuan teknologi digital. faktor keamanan data digital pelanggann menjadi prioritas utama," tuturnya.

Karena itu, ia menyambut baik kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Dengan kerjasama ini, ia yakin pelayanan kepada pelanggan akan lebih baik. Disamping jaminan keamanan data pun lebih bisa dipastikan. 

"Oleh karena itulah komitmen dengan Kemendagri menjadi alasan kami guna menghadirkan keamanan data pelanggan. Pembayaran secara digital menjadi hal utama sebagai program pemerintah saat ini. Kami berusaha menghadirkan kemudahan dalam pembayaran digital berawal dari hari ini," ujarnya. 

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arief Fakrulloh dalam kata sambutannya mengatakan peningkatan layanan kependudukan merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi.

Jadi, kerjasama yang dilakukan, maupun beragam inovasi layanan, adalah dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla. 

"Ada 3 bagian tugas besar, yang pertama adalah Kemendagri diminta menyediakan identitas kependudukan bagi warga negara dalam dan luar negeri. Kedua adalah keamanan data kependudukan dan yang terakhir adalah pemanfaatan data demi peningkatan pelayanan publik," katanya.

Dan sesuai arahan Mendagri, lanjut Zusan, tahun ini diharapkan semua rumah sakit dapat mengakses data di Ditjen Dukcapil.

Sehingga dapat diketahui riwayat kesehatan pasien. Tentu ini semata  untuk kepentingan masyarakat. Zudan juga mengingat agar warga hati-hati dalam menggunakan dokumen kependudukan.

"Pesan saya agar selalu hati-hati sidik jarinya, dikarenakan bisa menempel dimana saja dan bisa menjadi barang bukti tindak kriminal," tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya