Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 16 Oktober 2018

 

 

Menhub Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Terjadi Pada 19-20 Juni

TK / Nasional / Kamis, 14 Juni 2018, 16:58 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Deden Juhara bersama sejumlah pejabat terkait melakukan rapat koordinasi di kantor Kakorlantas Polri, Jl MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan, Kamis (14/6/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan arus balik lebaran bakal mulai berlangsung pada H+2 lebaran. Sedangkan untuk puncak arus balik sendiri diperkirakan bakal terjadi pada 19 serta 20 Juni 2018.

Puncak arus balik ini terjadi karena banyak pemudik yang memperhitungkan untuk sampai di Jakarta pada tanggal 20 atau 21 Juni yang menjadi hari libur terakhir dalam rangkaian cuti bersama. 

"Kita rapat untuk melakukan perencanaan arus hilir arus mudik balik. Beberapa hal yang kita putuskan adalah puncak mudik terjadi pada 19-20 Juni oleh karenanya kita akan menambahkan untuk kendaraan 3 sumbu diimbau tidak melalui jalur-jalur tol dan tol fungsional tersebut," kata Menhub seusai rapat di kantor Korlantas, Jl MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan, Kamis (14/6/2018).

Ia juga mengimbau terhadap para pemudik yang tidak mau merasakan macet di perjalanan ke Jakarta, supaya mempercepat waktu pulangnya sebelum puncak arus mudik.

"Arus balik itu ada akan terjadi mulai hari kedua Lebaran, berarti Sabtu sampai Kamis ada 6 hari, dan liburnya tinggal hari Jumat. Jadi kita konsisten kecenderungan pulangnya ada di 19-20 Juni puncaknya. Justru dalam kesempatan ini saya imbau bagi mereka yang tidak ingin bermacet-ria. pulanglah sebelum itu, pulang sebelum 19-20 Juni atau setelah itu," jelas Menhub.

"Kita akan konsentrasi pada 19-20 Juni adalah macet yang paling tinggi seperti hal waktu mudik, oleh karena itu kita anjurkan pemudik lebih awal," sambungnya.

Terkait dengan jalur tol fungsional untuk arus balik lebaran, Menhub mengatakan ruasnya akan sama persis dengan ruas arus mudik. Untuk itu, ia mengatakan akan menyerahkan kepada Kakorlantas sebagai penanggung jawab.

"Ruas tol fungsional sama. Sama persis jadi nanti Kakorlantas karena posisinya berbeda kalau dulu kan dari besar ke kecil kalau sekarang kan kecil ke besar sehingga Kakorlantas harus berikan treatment, info dan edukasi," tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 16 Oktober 2018, 19:57 WIB

Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah




Selasa, 16 Oktober 2018, 19:53 WIB

Revitalisasi TIM akan Dilaksanakan Tahun Depan