Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 26 April 2019

 

 

Menko Polhukam Bersyukur Indonesia Tetap Bersatu

EP / Nasional / Jumat, 22 Maret 2019, 17:20 WIB

Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto | foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan rasa syukurnya bahwa bangsa Indonesia sudah mampu untuk merawat persatuan ini sampai sekarang, walaupun ancamannya banyak, gangguannya banyak, dan banyak juga yang mencoba untuk merongrong persatuan Indonesia.

“Apa dari sisi agama muncul ideologi lain, sisi kesukuan muncul egoisme suku, dari sisi ras, dari sisi perbedaan derajat sosial, ini semua mengisyaratkan bahwa merawat persatuan tidak mudah tapi harus. Sebab, tatkala persatuan sudah tercemar, persatuan ini rapuh maka bangsa Indonesia akan mengalami keadaan yang sangat sulit,” ujar Menko Polhukam Wiranto dalam Forum Koordinator dan Sinkronisasi Memperteguh Kebhinekaan di Kota Depok, Kamis (21/3/2019) malam.

Menurut Menko Polhukam, dengan bersatu maka bangsa Indonesia bisa melakukan pembangunan. Dikatakan, Presiden Joko Widodo bisa melaksanakan Nawacita yang ke tiga yakni membangun dari pinggiran karena persatuan tersebut.

Menurut Menko, membangun dari pinggiran merupakan terobosan yang berani dilakukan oleh Presiden karena tidak akan terkenal dibandingkan membangun di kota besar.

Namun hal tersebut harus dilakukan karena menyatukan Indonesia, mempersatukan Indonesia seluruh wilayah Tanah Air dan dengan membangun dari pinggiran, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai.

“Saya sendiri sebagai ketua dewan pengarah pembangunan perbatasan, tugasnya memadukan seluruh kekuatan kementerian lembaga untuk betul-betul membangun daerah secara terpadu. Ada 7 pos lintas batas yang sekarang sangat megah karena hasil dari pembangunan dari pinggiran itu. Pos lintas batas yang tadinya kumuh, memalukan kita robohkan. Dari 18 pos lintas batas yang rencananya akan dibangun, sudah 7 yang sekarang sangat megah dan tinggal 11 yang akan diselesaikan akhir tahun 2019,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Menko Polhukam mengatakan jika bangsa Indonesia akan segera melaksanakan pemilu. Menurutnya, pemilu kali ini adalah pemilu yang istimewa karena baru pertama kali melaksanakan pemilu serentak yaitu memilih Presiden dan Wakil Presiden, memilih anggota legislative DPR pusat dan daerah DPRD, dan DPD secara serentak.

“Tidak mudah karena lebih dari 200 juta jiwa, semua berbondong ke TPS memilih bersama-sama dan harus aman, tertib lancar, bermartabat, sukses, ini tugas kita bersama,” kata Menko Polhukam Wiranto. Meski begitu, Menko Polhukam mengatakan di negeri ini yang berdaulat adalah rakyat, hal itu sudah dijelaskan diisyaratkan dalam UUD 1945.

Selain itu, saat proklami kemerdekaan, Soekarno dan Hatta juga menandatangani naskah kemerdekaan atas nama bangsa indonesia.

“Oleh karena itu, pemilu harus sukses, kalau tidak aman maka tidak sukses. Sukses berarti harus ada kesinambungan memilih pemimpin yang benar-benar baik, maka pemilu menjadi sangat penting, banyak yang masih keliru pemahamanannya, pemilu bukan diadu pemimpin tapi dipilih, berhadapan dengan rakyat, menampilkan kehebatannya baru rakyat milih yang terbaik, yang punya kompetensi, pengalaman, mampu sebagai nakhoda Indonesia menuju pulau harapan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan perbedaan pandangan dan pilihan berpolitik menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat Kota Depok. Ia menyadari bahwa akar sejarah kelahiran Kota Depok didasarkan atas keberagaman suku, bangsa, ras dan agama, sehingga perbedaan pandang dan pilihan politik tidak menjadi hal yang mengkhawatirkan dan meresahkan.

“Kedewasaan, kematangan dan kesadaran masyarakt akan pentingnya persatuan dan kesatuan di atas perbedaan telah menjadikan Depok sebagai salah satu kota yang aman dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Pemkot Depok bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dalam menyukseskan pelaksanaan pemilu sebagai pemilu yang aman, damai dan bermartabat,” kata Pradi.

“Kami menyadari perbedaan tidak harus dibayar dengan perpecahan justru akan memberikan keunggulan dalam pelaksanaan pembangunan. Dari pengalaman, kami pesta demokrasi di Depok semua berjalan aman, lancar, kondusif dan ini kami syukuri sebagai masyarakat Kota Depok,” sambungnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Jumat, 26 April 2019, 11:14 WIB

Sungai Cisadane Meluap, Tangerang Siaga 1 Banjir