Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 21 Juli 2018

 

 

Menko Polhukam: Kondisi Maluku Sangat Damai

TK / Nasional / Rabu, 11 Juli 2018, 13:04 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat memberikan sambutan dan membuka Sarasehan Nasional tentang Merawat Perdamaian “Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku Untuk Indonesia yang Bersatu” di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan bahwa kondisi di Maluku saat ini sangat damai dan jauh dari konflik kepentingan. Menurutnya masyarakat Maluku mulai mengedepankan semangat gotong royong dan toleransi beragama.

“Maluku sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini. Di sana sudah tidak mungkin untuk konflik, para leluhurnya sudah menancapkan semangat kerja sama dan gotong royong. Islam dan Nasrani sama-sama tidak pernah pecah,” ujar Menko Polhukam saat memberikan sambutan dan membuka Sarasehan Nasional tentang Merawat Perdamaian “Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku Untuk Indonesia yang Bersatu” di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menko Polhukam mewakili Presiden RI memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa membuahkan satu pemikiran cerdas untuk bagaimana agar perdamaian dan persatuan bangsa dapat dirawat dengan sebaik-baiknya.

Karena dikaitkan dengan kondisi saat ini, Indonesia akan menghadapi banyak event nasional seperti Asian Games, pertemuan IMF dan akan segera menggelar Pemilu Presiden, Wakil Presiden dan Legislatif.

“Itu membutuhkan satu kondisi yang damai dan aman dan ini membutuhkan persatuan kita sebagai bangsa. Maka betul-betul sarasehan kali ini nilainya cukup tinggi,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Untuk itu, Menko Polhukam berharap agar para pakar dan tokoh-tokoh yang hadir dalam sarasehan ini dapat memberikan kontribusi yang positif.

Sehingga bangsa ini yang sudah mendapatkan satu warisan dari para pendahulunya berupa negara yang bebas dari konflik dengan pejajah dapat membangun perdamaian.

“Tadi saya katakan di Pancasila pun pusatnya persatuan Indonesia. Lalu dalam Undang-Undang Dasar 1945 pembukaannya juga disampaikan di sana untuk membangun satu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Sekjen Wantannas yang telah memprakarsai seminar atau sarasehan itu berlangsung,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Di akhir sambutannya, Menko Polhukam pun menyanyikan lagu ‘Maluku Tanah Pusaka’. Menurutnya, pesan lagu tersebut sangat melekat untuk menjaga perdamaian Maluku. Ia berpesan agar masyarakat Maluku harus menjaga kerukunan sebagai modalitas persatuan.

Acara sarasehan ini akan dilaksanakan selama dua hari. Berbagai tokoh nasional direncanakan akan menjadi pembicara dalam acara ini seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikti M. Nasir, dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya