Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 21 September 2018

 

 

Menko Polhukam: Tugas Amankan Pemilu Merupakan Tugas Strategis Dari Negara

TK / Nasional / Jumat, 14 September 2018, 10:41 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai memberikan pembekalan kepada peserta Rakor Bidang Operasional Tahun 2018 dengan Topik “Rakornas Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Kamdagri yang Kondusif” di PTIK, Jakarta, Kamis (13/9/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Tugas mengamankan pemilihan umum merupakan tugas yang sangat strategis, penting, dan tugas dari negara sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemilu secara nasional.

Walaupun secara teknis sudah ada penyelenggara pemilu sendiri, tapi mengamankan pemilu secara menyeluruh adalah tanggung jawab pemerintah.

Demikian pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai memberikan pembekalan kepada peserta Rakor Bidang Operasional Tahun 2018 dengan Topik “Rakornas Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Kamdagri yang Kondusif” di PTIK, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

“Saya sampaikan tadi bahwa tugas untuk mengamankan pemilu ini merupakan tugas yang sangat strategis, penting dan merupakan tugas dari negara sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemilu secara nasional. Walaupun secara teknis nanti penyelenggara ada sendiri, ada KPU, Bawaslu, DKPP, itu sebagai lembaga yang secara tugas menyelenggarakan. Tapi secara menyeluruh ini kan tanggung jawab pemerintah,” ujar Wiranto.

Selain sebagai fasilitator, kata Menko Polhukam, pemerintah juga menempatkan Polisi dan TNI sebagai bagian dari mengamankan proses pemilu tersebut.

Menurutnya, walaupun pelaksanaannya bagus, sesuai dengan standar, sesuai dengan hukum, dan aturan, tapi kalau tidak aman bagaimana? Sehingga selain antara penyelenggara pemilu yang harus akurat dari berbagai sisi, tapi pengamanan ini juga sangat penting.

“Oleh karena itu, tadi saya menekankan agar para perwira memahami betul apa yang harus mereka lakukan,” kata Wiranto.

Menko Polhukam mengatakan, para perwira TNI dan Polri harus membuat perencanaan yang akurat mengenai bagaimana mengamankan pemilu itu.

Mereka juga harus mampu untuk mengantisipasi dan mendeteksi kemungkinan ancaman yang akan terjadi, dan juga sudah membuat rencana-rencana untuk menetralisir ancaman itu untuk tidak meluas.

“Kalaupun ancaman itu menjadi ancaman nyata dan meluas maka bagaimana cara untuk kita menyelesaikan masalah itu secara cepat, tegas, tidak melanggar hukum, tapi juga tidak menimbulkan kegoncangan. Ini semuanyakan perlu kita antisipasi dan itu gunanya kita rapat koordinasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang selama satu tahun ini telah bisa mengamankan berbagai even nasional, apakah itu lebaran, Pilkada serentak, dan Asian Games. Kemudian juga ada Asian Para Games dan IMF di Bali.

“Kemudian nanti tahun baru lagi, Natal lagi, ke depan lagi nanti ada pemilihan umum legislatif, Presiden dan Wakil Presiden. Itu semuanya memang harus diamankan dengan baik karena memang kenyataannya masih banyak hambatan, masih banyak ancaman yang harus kita amankan,” ucap Wiranto. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Jumat, 21 September 2018, 11:04 WIB

Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel