Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 26 September 2018

 

 

Menteri Basuki: Melalui Diskusi Mengasah Intelektualitas

TK / Nasional / Selasa, 17 April 2018, 12:09 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat menghadiri acara Bedah Buku di ruang Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (16/4/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan generasi muda PUPR perlu lebih banyak hadir dalam berbagai forum diskusi bermutu, terutama bertema memperkuat persatuan Indonesia. Melalui diskusi akan mengasah intelektualitas sehingga tidak mudah terpengaruh hoax. 

Demikian disampaikan Menteri Basuki saat memberikan sambutan pembukaan acara Bedah Buku yang menjadi program reguler Perpustakaan Kementerian PUPR.

Kali ini menghadirkan penulis dan penggiat literasi Nusantara Maman Suherman atau dikenal Kang Maman dengan buku berjudul “Bapakku Indonesia” di ruang Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (16/4/2018).

“Kita akan adakan diskusi reguler. Seperti acara bedah buku ini sangat penting. Selain kontennya bagus, pembicaranya menurut saya adalah para cendekiawan nasional karena dapat menguraikan hal yang rumit  dengan bahasa yang mudah dipahami atau dimengerti masyarakat,” kata Menteri Basuki. 

Turut hadir narasumber lainnya yakni Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna dan Komedian Cak Lontong. Pada acara tersebut juga dilakukan Launching Buku Potret Kinerja Keterbukaan Informasi Publik Kementerian PUPR sebagai wujud pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Ditambahkan Menteri Basuki, generasi muda PUPR saat ini sangat penting karena menjadi pembentuk Kementerian PUPR  20 tahun ke depan. Diskusi juga diperlukan Kementerian PUPR sebagai learning organization guna memunculkan ide-ide baru dan mendorong munculnya inovasi. 

Melalui bukunya, Kang Maman mengajak pembaca untuk menelusuri perjalanan masa kecilnya yang banyak berpindah tempat sehingga berkesempatan melihat Indonesia dalam keragaman suku, agama, bahasa dan budaya namun satu Indonesia. 

Kang Maman menyampaikan bahwa surga ada ditelapak kaki ibu. Ibu yang melahirkan dan membersarkan kita. akan tetapi, ia juga percaya, yang membuat infrastruktur jalan ke surga adalah ayah atau bapak. 

Bagi Yayat Supriatna, bapak adalah bentuk simbolik dari pelindung, pemimpin, sahabat, dan guru terbaik. Bapak memiliki kekuatan aktor. Bukan sembarang aktor, tetapi aktor yang memberikan nilai. “Seperti negara yang bangun kota dan ruang, membangun kota, kita bisa membangun nilai. Struktur yang membangun kultur”, ujarnya. 

Sementera Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dalam laporannya menyebutkan, dalam rangka mengembangkan minat baca bagi karyawan Kementerian PUPR, saat ini Perpustakaan Kementerian PUPR juga telah mengalami moderenisasi.

Saat ini juga sedang dikembangkan perpustakaan digital yang dapat diakses secara online. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Selasa, 25 September 2018, 19:55 WIB

Fadli Zon: Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan




Selasa, 25 September 2018, 19:42 WIB

Resmi, Menpora Hentikan Liga Indonesia Dua Pekan



Selasa, 25 September 2018, 16:02 WIB

KPU Sebut Iklan Bendungan Jokowi Bukan Kampanye