Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 19 Desember 2018

 

 

Militer Rusia Tertarik Kapal Buatan Banyuwangi

NG / Regional / Selasa, 13 Maret 2018, 21:08 WIB

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur PT Lundin Industry John Lundin saat mengikuti sea trail kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech di Selat Bali, Senin (12/3). Foto: Istimewa

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi tidak hanya terkenal dengan pariwisatanya, Banyuwangi juga dikenal sebagai lokasi pembuatan kapal canggih.

Salah satu produsen kapal berteknologi tinggi yang berbasis di Banyuwangi, PT Lundin Industry, mengekspor kapal buatannya ke Rusia. Yakni kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech.

Kapal yang dibeli militer Rusia tersebut berhasil diujicobakan di Selat Bali, Senin (12/3/2018). Ikut dalam sea trail tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur PT Lundin Industry John Lundin.

John Lundin mengatakan, kapal itu mempunyai lambung 38 feet. Dengan ukuran lambung tersebut, kapal berteknologi tinggi ini diklaim sebagai produksi kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia.

“Kelebihannya, kecepatannya mencapai 85 knots (160 km/jam) dan dirancang mampu menahan kekuatan di atas G7 (gravitasi 7). Saat ini yang tercepat di Indonesia, bahkan mungkin Asia,” kata Lundin kepada wartawan.

Rusia memesan kapal buatan pabrikan Indonesia ini sebanyak tujuh kapal. Saat ini lima kapal telah dikirim ke negeri Beruang Merah tersebut.

“Tadi yang diuji coba adalah kapal keenam. Khusus kapal keenam dan ketujuh kecepatannya 85 knot, di atas kecepatan lima kapal yang kami kirim sebelumnya 50-60 knot,” jelas Lundin.

Dua model kapal carbotech lainnya produksi Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia. “Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura,” jelas Lundin.

Keberhasilan industri perkapalan Banyuwangi memproduksi kapal Rusia itu menumbuhkan kebanggan bagi warga setempat yang banyak bekerja di PT Lundin. Di antaranya adalah Hari Hermawan, karyawan assembling (perakitan/penggabungan komponen kapal).

“Saya terlibat untuk assembling kapal Rusia ini, rasanya bangga karena negara-negara di dunia bisa pesan ke Banyuwangi,” ujar pria lulusan SMK PGRI 2 Banyuwangi itu.

“Selamat untuk PT Lundin. Ekspor ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas optimistis, peluang industri perkapalan semakin terbuka lebar di Banyuwangi sekaligus diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal. Dia mencontohkan pengembangan dermaga kapal pesiar yang digarap anak perusahaan BUMN di Pantai Boom, Banyuwangi. Dengan investasi marina di Pantai Boom yang bakal menyedot kapal pesiar, ada potensi bisnis pemeliharaan dan penyimpanan kapal (docking).

Selama ini, kebanyakan kapal pesiar melakukan docking dan pemeliharaan penunjangnya di Surabaya dan Bali.

“Nah ke depan harus bisa di Banyuwangi. Bisa semakin menambah penyerapan tenaga kerja, membikin perputaran ekonomi baru di sini,” tandas Anas. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 18 Desember 2018, 16:11 WIB

KNKT Selidiki Penyebab Susi Air Tergelincir di Kaltara



Selasa, 18 Desember 2018, 14:04 WIB

Pemerintah Berencana Bangun MRT di Banda Aceh



Selasa, 18 Desember 2018, 11:42 WIB

Cuaca Buruk, ASDP Tutup 6 Rute Pelayaran di NTT