Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 14 Agustus 2018

 

 

OJK Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

NG / Ekonomi / Kamis, 26 Juli 2018, 08:49 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Istimewa

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan pada pasar keuangan di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini merupakan fenomena temporer sebagai akibat dari rebalancing portfolio para investor global. Meski demikian, OJK menyatakan telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah untuk mengambil berbagai kebijakan sesuai koridor kewenangan masing-masing guna meredam gejolak tersebut.

“Fundamental ekonomi Indonesia kuat. Meski demikian, OJK tetap fokus mendukung program strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dengan berbagai inisiatif pengembangan di pasar modal,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Investor Update 2018 Forum yang diselenggarakan TheCityUK, asosiasi industri keuangan di Inggris Raya, dan Accenture London, kemarin.

Wimboh menambahkan pasar modal di Indonesia menjadi semakin penting sebagai penyedia alternatif pembiayaan jangka panjang yang mampu menutup infrastructure financing gap. Pada forum di London, Inggris tersebut, dia menyampaikan empat inisiatif utama OJK. Pertama, menyediakan instrumen pembiayaan pasar modal seperti Green Bonds, Obligasi Daerah (Municipal), sekuritisasi, obligasi perpetual, dan Blended Finance.

Kedua, OJK ke depan akan menerapkan beberapa kebijakan mendukung pengembangan pasar hedging instrument seperti penyederhanaan proses penerbitan di pasar modal, dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif pajak bagi produk pasar modal.

Ketiga, OJK akan memperluas basis investor domestik dan menarik investor global dalam pasar modal Indonesia. Terakir, otoritas akan memperkuat peran lembaga keuangan nonbank dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur termasuk di dalamnya melalui pasar modal.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Young Indonesian Professionals Association (YIPA) di London, Steven Marcelino mengatakan, forum ini merupakan awal dari rencana peningkatan dialog antar Inggris dan Indonesia.

“Hubungan Inggris-Indonesia dalam investasi akan memasuki masa keemasan dengan fokus OJK untuk memosisikan Inggris sebagai hub di Eropa yang dapat menarik investor global dan sekaligus membantu agenda deepening pasar modal di Tanah Air,” ujarnya. YIPA Inggris Raya juga ditunjuk sebagai mitra dalam memfasilitasi minat para investor dan pemain industri keuangan di Inggris.

“Kami menyambut peran penting OJK untuk memberikan komunikasi terkini sekaligus meningkatkan eksposur pasar modal Indonesia pada media bisnis internasional yang memiliki jangkauan luas,” demikian Steven yang juga ahli pasar modal ASEAN di Accenture London. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya