Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 21 Mei 2018

 

 

PDIP: Kemenangan Mahathir, Bukti Politik SARA Tak Bisa Digunakan

NG / Politik / Sabtu, 12 Mei 2018, 10:58 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Istimewa

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengucapkan selamat kepada Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri baru di Malaysia. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, naiknya tokoh yang dikenal dengan sebutan Dr M itu sebagai pengganti Najib Razak menjadi bukti kemenangan politik yang membangun peradaban.

“Selamat untuk Yang Mulia Mahathir Mohamad, kita perkuat persahabatan kedua bangsa serumpun untuk cita-cita kemanusiaan bersama,” ujar Hasto melalui pesan singkat, Jumat (11/5).

Hasto mengatakan, pemilu yang di Malaysia dikenal dengan sebutan pilihan raya juga diwarnai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Menurutnya, kubu petahana memainkan isu SARA untuk menghantam koalisi partai penantang pemerintah.

“Namun kedewasaan pemilih di Malaysia membuktikan bahwa narasi politik pemecah belah atas dasar suku, agama dan antar golongan tidak laku,” ujar Hasto, Jumat (11/5).

Politikus asal Yogyakarta itu mengharapkan politik di Malaysia bisa menjadi pelajaran bagi rakyat Indonesia. “Bahwa mereka yang menggunakan politik adu domba dan mengkampanyekan ujaran kebencian, yang sering mengarah pada radikalisme, tidak mendapat tempat di bumi Pancasila ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang berkeadaban dengan tingkat kebudayaan yang tinggi dan beraneka ragam, tidak boleh ketinggalan oleh capaian demokrasi di Malaysia. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa besar harus bisa bersatu.

“Untuk itu Pancasila harus dirawat dan dibumikan. Kejadian di Malaysia seharusnya mendorong bangsa Indonesia untuk selalu setia pada watak politik yang mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sebaliknya,” sambungnya.

Karena itu Hasto juga meminta kelompok-kelompok tertentu yang masih menggunakan berita palsu, ujaran kebencian, fitnah dan politik menghalalkan segala cara demi kekuasaan bisa segera sadar. “Bahwa politik kotor tidak pernah mendapat tempat di hati rakyat,” pungkasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya